Sekolah Rakyat, Laskar Air Mata Para Pemuja Tuhan
OlehIshaq Zubaedi Raqib.USAI melaporkan rasio perkembangan 166 Sekolah Rakyat di 34 provinsi, Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf tampak tida
OPINI
JAKARTA– Hakim Agam Syarif mengungkapkan alasannya menerima suap senilai Rp 6,2 miliar dalam kasus vonis lepas perkara korupsi crude palm oil (CPO).
Agam mengaku tergiur dengan jumlah uang yang ditawarkan, sehingga nekat menerima suap tersebut demi kepentingan keluarganya.
Hal itu disampaikan Agam saat diperiksa sebagai terdakwa dalam sidang kasus suap vonis lepas CPO di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (22/10).Baca Juga:
"Seumur hidup saya belum pernah melihat uang sebanyak ini, jadi saya tergiur dengan uang ini, saya ambil," ujar Agam.
Agam menambahkan, tindakan itu merupakan kesalahan yang kini disesalinya.
"Itu hal sederhana yang uang ini, artinya saya ingin beli sesuatu, cuma ya terus terang saya melakukan cara yang salah untuk keluarga saya. Itu yang saya sesali," ungkapnya.
Dalam kasus ini, tiga hakim yang menjatuhkan vonis lepas dalam perkara persetujuan ekspor CPO didakwa menerima suap dan gratifikasi. Ketiganya adalah Djuyamto, Agam Syarief, dan Ali Muhtarom.
Mereka didakwa menerima suap bersama mantan Wakil Ketua PN Jakarta Pusat, Muhammad Arif Nuryanta, serta mantan Panitera Muda PN Jakarta Pusat, Wahyu Gunawan.
Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyebut total uang suap mencapai Rp 40 miliar, diterima dari Ariyanto, Marcella Santoso, Junaedi Saibih, dan M. Syafe'i yang mewakili kepentingan terdakwa korporasi Wilmar Group, Permata Hijau Group, dan Musim Mas Group.
Uang suap tersebut dibagi-bagi antara Arif, Wahyu, dan tiga hakim pengadil perkara.
Rinciannya, Arif menerima Rp 15,7 miliar, Wahyu sekitar Rp 2,4 miliar, Djuyamto Rp 9,5 miliar, sedangkan Agam Syarif dan Ali Muhtarom masing-masing memperoleh Rp 6,2 miliar.
Arif Nuryanta didakwa melanggar Pasal 12 huruf c, Pasal 6 ayat (2), Pasal 12 huruf a, Pasal 12 huruf b, Pasal 5 ayat (2), Pasal 11, dan Pasal 12B juncto Pasal 18 UU Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.
OlehIshaq Zubaedi Raqib.USAI melaporkan rasio perkembangan 166 Sekolah Rakyat di 34 provinsi, Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf tampak tida
OPINI
TAPSEL Sertu Alfikri M.R, Babinsa Desa Tolang Julu, Koramil 11/Bahorok, Kodim 0212/TS, menjadi sorotan publik setelah menyelamatkan ratu
SOSOK
JAKARTA Sebanyak tiga wali kota dan tujuh bupati berhasil mempertahankan proposal masingmasing di hadapan Dewan Juri Anugerah Kebudayaa
NASIONAL
JAKARTA Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat bertemu dengan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani di G
NASIONAL
BOGOR Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) DKI Jakarta menggelar silaturahmi perdana di luar wilayah Jakarta. Kegiatan tersebut ber
NASIONAL
BALI Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca cerah berawan hingga hujan ringan di sebagian wila
NASIONAL
YOGYAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan ringan berpotensi mengguyur seluruh wilayah Daerah I
NASIONAL
JAWA BARAT Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan ringan mendominasi hampir seluruh wilayah Jawa Barat
NASIONAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan ringan berpotensi mengguyur seluruh wilayah DKI Jakarta
NASIONAL
ACEH Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca bervariasi di wilayah Aceh pada Rabu, 14 Januari 2
NASIONAL