BREAKING NEWS
Selasa, 27 Januari 2026

Wali Kota Surabaya Turun Tangan: Hotel Diperketat Usai Kasus Pesta Gay

Adam - Jumat, 24 Oktober 2025 22:17 WIB
Wali Kota Surabaya Turun Tangan: Hotel Diperketat Usai Kasus Pesta Gay
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (Foto: Esti Widiyana/detikJatim)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SURABAYA– Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengumpulkan sejumlah General Manager (GM) hotel di Gedung Pemerintah Kota Surabaya, Jumat (24/10/2025), untuk membahas langkah pencegahan terkait kasus pesta seks sesama jenis atau pesta gay yang terjadi di salah satu hotel di Surabaya pada Sabtu (18/10) lalu.

Dalam pertemuan tersebut, Eri menekankan pentingnya menjaga citra Surabaya sebagai kota yang dibangun dengan nilai-nilai syariat dan kekuatan agama."Kita jangan sampai Surabaya dicoreng oleh hal seperti itu," ujar Eri kepada wartawan.

Eri meminta para manajemen hotel bekerja sama untuk memperketat pengawasan dan menerapkan sistem deteksi dini terhadap aktivitas mencurigakan di lingkungan hotel.

"Teman-teman hotel punya komitmen agar kejadian itu tidak terulang. Kita akan lakukan pelatihan bekerja sama dengan kepolisian dan beberapa lembaga," katanya.

Ia juga menegaskan bahwa hotel wajib segera melapor bila menemukan aktivitas tamu yang mencurigakan.

"Kalau ada yang aneh, misalnya orang keluar masuk kamar berulang kali, langsung hubungi Polrestabes Surabaya atau Call 112. Kita akan bergerak bersama," tambah Eri.

Firman Sudi Permana, Ketua Harian PHRI Koordinator Wilayah Surabaya, menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti arahan Wali Kota.

Ia menekankan bahwa kasus seperti ini tidak hanya berdampak pada citra budaya kota, tetapi juga bisa menurunkan tingkat okupansi dan keamanan hotel.

"Makanya kami akan mempertajam sistem pengawasan, mulai dari keamanan, resepsionis, hingga semua aspek hotel agar lebih waspada," ujar Firman.

Ia menambahkan, PHRI akan mengeluarkan surat edaran ke seluruh hotel di Surabaya untuk memperketat pengawasan. "Kalau ada indikasi sesuatu yang tidak normal, misalnya jumlah tamu terlalu banyak dalam satu kamar, itu harus segera dicegah," kata Firman.

Dengan koordinasi antara pemerintah kota, pihak hotel, dan aparat keamanan, Eri berharap Surabaya dapat terhindar dari kasus serupa dan tetap menjadi kota jasa yang aman serta nyaman bagi wisatawan dan masyarakat.*

(kp/M/006)

Editor
:
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru