Kuota Cepat Habis? Ini Trik Mengelola Internet di HP Agar Tidak Boros
JAKARTA Kuota internet yang cepat habis sering menjadi masalah seharihari bagi pengguna HP. Tanpa strategi yang tepat, pengguna harus m
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami aset milik tersangka kasus korupsi dana corporate social responsibility (CSR) Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Satori.
Penyidik hari ini memeriksa delapan saksi terkait kepemilikan aset yang diduga berkaitan dengan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dilakukan tersangka.
Delapan saksi yang dimintai keterangan antara lain Sarifudin selaku petugas protokol PPATS Kecamatan Palimanan; Suhandi dan Sandi Natakusuma dari Pemerintah Desa Panongan, Kecamatan Palimanan; serta Deni Harman dan Suhanto dari Pemerintah Desa Pegagan, Kecamatan Palimanan. Selain itu, hadir pula Hj. Muniah, Mohamad Mu'min, Fatimatuzzahroh, Abdul Mukti, dan Kiki Azkiyatul selaku pihak swasta.Baca Juga:
"Penyidik meminta keterangan kepada para saksi terkait kepemilikan aset tersangka ST," ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, dalam keterangan tertulis, Rabu (29/10).
Budi menambahkan, fokus penyidik saat ini adalah pencarian aset untuk optimalisasi pemulihan keuangan negara atau asset recovery.
Langkah ini dilakukan karena Satori juga dijerat pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Satori diduga menerima total Rp12,52 miliar, terdiri dari Rp6,30 miliar dari BI; Rp5,14 miliar dari OJK melalui kegiatan Penyuluhan Keuangan; dan Rp1,04 miliar dari mitra kerja Komisi XI DPR lainnya.
Uang tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi, antara lain deposito, pembelian tanah, pembangunan showroom, kendaraan roda dua, dan aset lainnya.
Selain Satori, legislator DPR Fraksi Partai Gerindra, Heri Gunawan, juga ditetapkan tersangka. Heri diduga menerima total Rp15,86 miliar, yang digunakan untuk membangun rumah makan, pengelolaan outlet minuman, pembelian tanah dan bangunan, serta kendaraan roda empat.
KPK menegaskan proses penyidikan akan terus berjalan guna memastikan pemulihan kerugian negara dan menindak tegas para pelaku korupsi.*
(vo/M/006)
JAKARTA Kuota internet yang cepat habis sering menjadi masalah seharihari bagi pengguna HP. Tanpa strategi yang tepat, pengguna harus m
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Presiden ke6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan ungkapan duka mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI yang bertugas
NASIONAL
MEDAN Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyambut langsung kedatangan Kapal Republik Indonesia (KRI) Bima Suci945 di perairan
PEMERINTAHAN
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengucapkan selamat Hari Paskah kepada seluruh masyarakat Kristiani yang merayakan, melalui unggahan d
NASIONAL
PURWAKARTA Seorang pria bernama Dadang, pemilik hajatan di Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, tewas s
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden ke6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyampaikan duka mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI dal
NASIONAL
MEDAN Persoalan tawuran yang berulang di kawasan Belawan kembali menjadi sorotan serius. Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas meneg
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDA ACEH Pimpinan Wilayah &039Aisyiyah (PWA) Aceh kembali menegaskan komitmen kemanusiaannya melalui program &039Aisyiyah Aceh Peduli
NASIONAL
MEDAN Rumah mantan polisi Bripka Horas Hutahuruk menjadi sasaran penjarahan saat tawuran terjadi di Kelurahan Sicanang, Kecamatan Medan
HUKUM DAN KRIMINAL
LAMPUNG Warga Lampung, khususnya di Lampung Timur, Kota Metro, dan Lampung Selatan, digegerkan dengan penampakan benda bercahaya melinta
PERISTIWA