Bukan Soal Emas 74 Kg! Kubu Febrie Adriansyah Ungkap Fokus Utama di Praperadilan
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
BITVONLINE.COM– Sabila, seorang donatur yang turut mendukung Agus Salim, harus menerima kenyataan pahit setelah mengalami keguguran janin kembarnya. Peristiwa tragis ini terjadi setelah dirinya terkejut menerima laporan dari Farhat Abbas yang merupakan kuasa hukum Agus Salim ke pihak kepolisian.
Menurut keterangan Sabila, ia merasa sangat syok setelah mengetahui bahwa dirinya dilaporkan terkait dengan uang donasi yang sebelumnya ia kumpulkan untuk Agus Salim. Kejadian ini semakin memuncak ketika ia diminta untuk datang ke Jakarta dan memenuhi panggilan polisi dalam minggu ini.
Sabila yang merupakan warga asli Sulawesi dan kini tinggal di Pekanbaru, Riau, awalnya mengajak beberapa temannya untuk berdonasi kepada Agus Salim, seorang tokoh yang sedang menjadi perhatian publik. Namun, kisruh antara Pratiwi Novianthi dan Agus Salim terkait uang donasi yang tidak kunjung terselesaikan, membuat Sabila merasa perlu mengambil langkah dengan menginisiasi pengembalian uang melalui pembuatan petisi. Tindakan ini ternyata berujung pada laporan polisi yang diajukan oleh Farhat Abbas, kuasa hukum Agus Salim.
Kondisi emosional yang mencekam akibat laporan tersebut, menurut Sabila, menjadi salah satu faktor penyebab keguguran yang dialaminya. Saat berbicara dalam siaran langsung di TikTok, Sabila mengungkapkan perasaannya dengan penuh keharuan. “Mungkin bukan rezeki kami, saya sudah ikhlas,” ujar Sabila dengan suara yang terbata-bata. Ia pun menyampaikan rasa kecewa dan kesedihannya atas kejadian tersebut.
Selain itu, Sabila juga menyampaikan harapannya agar masalah terkait uang donasi ini dapat segera diselesaikan secara tuntas. “Mohon buat Teh Novi, tolong selesaikan masalah ini, berhenti bertikai. Jangan sampai ada donatur lain yang jadi korban seperti saya,” ujarnya. Sabila mengungkapkan niatnya untuk segera berangkat ke Jakarta guna memenuhi panggilan polisi, meskipun perasaan sedih dan syok masih menghantui dirinya.
Sementara itu, Farhat Abbas belum memberikan komentar resmi terkait kondisi yang dialami oleh Sabila, namun laporan polisi yang diajukan terhadapnya masih terus berlanjut. Kisruh ini menjadi sorotan publik, dengan banyak pihak yang berharap agar masalah ini segera mencapai titik terang dan tidak menambah penderitaan bagi pihak-pihak yang terlibat.
(JOHANSIRAIT)
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
JAKARTA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyiapkan 5.000 aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Kehutanan untuk diperbantukan
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP I Wayan Sudirta mengecam praktik pembakaran hutan dan lahan yang diduga dilakukan untu
NASIONAL
BENER MERIAH Ribuan warga Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mengikuti Apel Kebangsaan Indonesia Damai di Gedung Olahraga dan Seni (GORS) Desa
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan program pendampingan peningkatan produktivitas bagi 20 perusahaan mulai Septembe
NASIONAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemarau yang berpotensi semakin keri
NASIONAL
JAKARTA Universitas Paramadina mempertemukan akademisi, pendidik, praktisi, pembuat kebijakan dan mahasiswa dari Indonesia, Inggris serta
PENDIDIKAN
JAKARTA Pakar kebijakan publik Bonatua Silalahi menempuh jalur sengketa informasi di Komisi Informasi Pusat (KIP) setelah pengaduannya ter
NASIONAL
MEDAN Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menindaklanjuti kasus dugaan kekerasan terhadap dua anak di Sidikalang, Kabupate
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengklaim menemukan 40 kete
NASIONAL