BREAKING NEWS
Minggu, 15 Februari 2026

DPRD Sumut Laporkan Dua Warga Usai Kericuhan di Depan Rumah Eks Bupati Tapteng

Adam - Kamis, 13 November 2025 20:11 WIB
DPRD Sumut Laporkan Dua Warga Usai Kericuhan di Depan Rumah Eks Bupati Tapteng
Anggota DPRD Sumut Rahmansyah Sibarani (kedua kiri) melaporkan dua warga ke Polda Sumut terkait dugaan penghasutan dan pengancaman yang memicu kericuhan di depan rumah mantan Bupati Tapanuli Tengah. (foto: Dok. Pribadi Rahmansyah)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut) Rahmansyah Sibarani melaporkan dua warga berinisial ARC dan DS ke Polda Sumut terkait dugaan penghasutan dan pengancaman yang memicu kericuhan di depan rumah mantan Bupati Tapanuli Tengah, Bakhtiar Ahmad Sibarani.

Laporan itu tercatat dengan nomor STTLP/B/1.862/XI/2025/SPKT/Polda Sumut.

Dalam keterangannya, Rahmansyah menyebut peristiwa terjadi pada 31 Oktober 2025 sekitar pukul 14.20 WIB, saat sekelompok pengunjuk rasa melewati depan rumah Bakhtiar yang juga adik kandungnya.

Baca Juga:

Menurut Rahmansyah, ARC dan DS memprovokasi massa untuk melakukan aksi anarkis, termasuk melempar batu dan menghina anggota keluarganya.

"Saya melaporkan dua oknum warga ini karena diduga memprovokasi massa dan melakukan pengancaman, yang berujung pada keributan di depan rumah keluarga kami," kata Rahmansyah, Kamis (13/11/2025).

Video yang beredar memperlihatkan keributan saat pengunjuk rasa melempar batu ke arah kelompok Rahmansyah dan sejumlah orang di teras rumah.

Rahmansyah menuturkan, provokasi disertai kata-kata kasar seperti "Habisi si Rahmansyah itu, lempar mobil-mobilnya" yang diucapkan oleh DS dan ARC.

Selain pelemparan batu, Rahmansyah mengaku mendapat ejekan pribadi dari para terlapor, salah satunya menyebutnya dengan sebutan "botak bbi"*.

"Akibat kejadian ini, saya merasa dirugikan dan diserang kehormatannya. Tindakan penghasutan dan penghinaan ini sangat merugikan saya secara pribadi," ujar Rahmansyah.

Bakhtiar Sibarani membenarkan adanya kericuhan di depan rumahnya. Ia menegaskan, meskipun menghargai hak setiap warga untuk berdemonstrasi, provokasi yang memicu kekerasan tidak dapat ditoleransi.

Untuk itu, sejak awal, rumahnya dijaga oleh keluarga dan kerabat agar demo tidak berujung pada penjarahan.

Kejadian ini menjadi sorotan publik karena selain menyangkut keributan fisik, juga memunculkan isu penghasutan di tengah aksi demonstrasi.

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Ketua DPRD Sidimpuan Sebut Turnamen Mini Soccer Losung Batu Cup Jadi Media Pemersatu Generasi Muda
DPRD Madina Soroti Pembangunan Gedung PMI Tak Kunjung Rampung Meski Sudah Enam Kali Dianggarkan
Ricuh! Ibu-Ibu Lempari Mapolres Dairi Pakai Batu dan Cabai Giling, 10 Polisi Terluka
Menuju BUMD Unggulan, Pemprov Sumut Siapkan Ranperda Perseroda dan Penyertaan Modal Bank Sumut
BPSK Medan Dorong DPRD Sumut Perkuat Ranperda Perlindungan Konsumen
Bupati Simalungun Hadiri HUT ke-14 Partai Nasdem, Dorong Sinergi Pemerintah dan Partai
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru