Megawati Pertanyakan Pengamanan Ketat TNI-Polri dalam Aksi Mahasiswa BEM UI
BLITAR Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menyoroti pengamanan aparat dalam aksi demonstrasi mahasiswa yang digelar
POLITIK
JAKARTA — Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) akhirnya mengesahkan tujuh anggota Komisi Yudisial (KY) terpilih dalam Rapat Paripurna ke-9 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2025–2026, Selasa (25/11/2025).
Persetujuan diberikan setelah seluruh calon dinyatakan lulus uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) di Komisi III.
Ketua Komisi III, Dede Indra Permana Soediro, menjelaskan bahwa ketujuh nama tersebut merupakan kandidat terbaik hasil seleksi panjang Panitia Seleksi (Pansel), mulai dari pemeriksaan administrasi, tes kesehatan, hingga tes psikologi.Baca Juga:
Dari total 200 peserta, hanya tujuh yang dinyatakan layak melanjutkan ke tahap akhir.
"Para calon merupakan hasil seleksi objektif berdasarkan dokumen dan serangkaian ujian yang ketat. Mereka adalah yang terbaik dari proses panjang Pansel," ujar Dede.
Pansel sebelumnya menyerahkan tujuh nama berdasarkan surat Nomor B-61/PANSEL-KY/10/2025 pada 2 Oktober 2025.
Para kandidat kemudian diundang untuk mengikuti fit and proper test pada 17 November 2025, sesuai dengan Surat Pimpinan DPR RI Nomor T/548/PW.11.01/11/2025.
Dalam uji kepatutan, seluruh calon diwajibkan membuat makalah dan mempresentasikan gagasan reformasi pengawasan hakim di hadapan anggota Komisi III.
Hasil akhir menunjukkan seluruh fraksi menyetujui pemilihan tujuh nama untuk dibawa ke paripurna.
Dalam sidang paripurna, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta persetujuan forum terkait laporan Komisi III mengenai kelayakan calon anggota KY.
"Apakah laporan Komisi III terhadap hasil pembahasan uji kelayakan calon anggota Komisi Yudisial tersebut dapat disetujui?" tanya Dasco kepada peserta sidang.
Forum pun menyatakan setuju. Dengan demikian, ketujuh calon resmi diajukan kepada Presiden untuk ditetapkan dan dilantik dalam waktu dekat.
Daftar 7 Anggota Komisi Yudisial Terpilih
- F. Williem Saija – Unsur mantan hakim
- Setyawan Hartono – Unsur mantan hakim
- Anita Kadir – Unsur praktisi hukum
- Desmihardi – Unsur praktisi hukum
- Andi Muhammad Asrun – Unsur akademisi hukum
- Abdul Chair Ramadhan – Unsur akademisi hukum
- Abhan – Unsur tokoh masyarakat
Dengan penetapan ini, Komisi Yudisial diharapkan mampu memperkuat integritas kehakiman serta mengawal agenda besar reformasi peradilan di Indonesia.*
(bi/ad)
BLITAR Ketua Umum PDI Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menyoroti pengamanan aparat dalam aksi demonstrasi mahasiswa yang digelar
POLITIK
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menyebut kunjungan Presiden Federal Jerman FrankWalter Steinmeier ke Indonesia memiliki arti penting b
NASIONAL
JAKARTA Indonesia dan Jerman sepakat memperkuat kemitraan di berbagai bidang, mulai dari ekonomi, investasi, transisi energi, ketahanan
NASIONAL
MEDAN Ratusan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Sumatera Utara menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumut, Jalan Ima
PERISTIWA
JAKARTA Partai Gerindra menolak tuntutan sejumlah mahasiswa yang meminta Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan. Partai pendukung
NASIONAL
MEDAN Keceriaan terlihat dari wajah ratusan anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) saat mengikuti kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PM
KESEHATAN
MEDAN Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap meminta seluruh jajaran Pemerintah Kota Medan bergerak cepat menyiapkan berbagai kebut
PEMERINTAHAN
BATU BARA Pemerintah Kecamatan Tanjung Tiram terus berupaya memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayahnya. Sal
PEMERINTAHAN
ACEH BESAR Mahasiswa Program Doktor Ilmu Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Very Julianto, M.Psi., Psikolog, melakukan penelitian
NASIONAL
JAKARTA Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) DKI Jakarta memperingati Hari Donor Darah Sedunia (HDDS) 2026 dengan menggelar kegiatan
KESEHATAN