BREAKING NEWS
Kamis, 19 Februari 2026
Meski Sudah Jadi Pengelola Bandara KNO

PT APA Tolak Dikaitkan dengan Piutang PT AP-II yang Tidak Tertagih

Abyadi Siregar - Sabtu, 29 November 2025 09:42 WIB
PT APA Tolak Dikaitkan dengan Piutang PT AP-II yang Tidak Tertagih
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN – Meski kini sebagai pengelola Bandara Kualanamu (KNO), namun pihak PT Angkasa Pura Aviasi (APA) mengaku tidak ada kaitannya dengan Rp 4,1 miliar piutang PT Angkasa Pura (AP)-II Kantor Cabang (KC) KNO yang tidak tertagih dari mitra usaha.

"Tidak ada kaitannya dengan kami pengelola Bandara Kualanamu," jelas Hikmat, Pelaksana tugas (Plt) Head of Coorporate Secretary and Legal PT APA lewat pesan WhatApps, Jumat (28/11/2025).

Sebelumnya, bitvonline.com menghubungi Direktur SDM PT APA, Haris, untuk konfirmasi terkait piutang PT AP-II KC KNO sebesar Rp 4,1 miliar yang hingga kini tidak tertagih dari mitra usaha.

Baca Juga:

Namun, Haris meminta agar bitvonline.com mengkonfirmasi langsung kepada Hikmat, Plt Head of Coorporate Secretary and Legal PT APA. Ketika dikonfirmasi, Hikmat hanya menjawab singkat, piutang PT AP-II tidak ada kaitannya dengan PT APA sebagai pengelola Bandara KNO.

Sesuai Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Nomor: 58/LHP/XX/11/2024 tertanggal 18 November 2024, memang dijelaskan bahwa piutang sebesar Rp 4,1 miliar yang tidak tertagih dari mitra usaha itu, terjadi saat Bandara Kuanalamu dikelola PT AP-II.

Bila mengacu pada penjelasan Hikmat selaku Plt Head of Coorporate Secretary and Legal PT APA, itu artinya bahwa penagihan piutang yang terjadi saat Bandara KNO dikelola PT AP-II, bukan menjadi kewenangan PT APA. Meski PT AP-II sendiri, sudah menyerahkan pengelolaan Bandara KNO kepada PT APA, berdasarakan Berita Acara Serah Terima Operasi (BASTO) tanggal 7 Juli 2022.

Namun anehnya, kendati menyatakan tidak ada kaitannya dengan piutang PT AP-II, PT APA justru menindaklanjuti penanganan barang/asset milik 13 mitra usaha yang tidak bayar utang. Barang/asset tersebut ditinggalkan ke 13 mitra usaha itu di area Bandara KNO.

Dalam LHP BPK dijelaskan, PT APA telah melakukan upaya tindaklanjut dengan mengirim surat kepada 12 mitra usaha tertanggal 29 Mei 2023, yang isinya pemberitahuan pengeluaran/pemindahan barang/asset. Mitra usaha diberi waktu 14 hari untuk memindahkan barang/asetnya.

Berbeda dengan piutang PT AP-II, yang sama sekali tidak ditindaklanjuti oleh PT APA untuk penagihannya kepada 12 mitra usaha yang memiliki utang.

BPK BONGKAR PIUTANG PT AP-II


Seperti diberitakan sebelumnya, BPK membongkar adanya piutang PT AP-II sebesar Rp 187 miliar lebih, yang diklaim tidak bisa lagi diselesaikan dari mitra usaha.

Dalam LHP BKP itu diuraikan bahwa, dari Rp 187 miliar itu, Rp 4,1 miliar di antaranya merupakan utang dari 12 perusahaan mitra usaha PT AP-II KC KNO.

Ke 12 perusahaan itu adalah PT CCI dengan sisal utang Rp 120 juta, PT CCG dengan jumlah utang Rp 181 juta, CV KC (Rp 169 juta), CV KCKB (Rp 20 juta), PT AFB (Rp 808 juta), PT HBL (Rp 700 juta), PT LAP (Rp 261 juta), PT RGB (Rp 143 juta), PT TOS (Rp 969 juta), PT KG (Rp 6 juta), CV SAB (Rp 276 juta) dan PT SAL dengan nilai utang Rp 523 juta.

Seluruh perusahaan mitra usaha pengutang ini, dinyatakan berstatus tidak beroperasi lagi. Bahkan meninggalkan asset di lingkungan/area Bandara KC KNO Deliserdang. Sementara utangnya, hingga kini diklaim belum dibayarkan kepada PT AP-II.*

Editor
: Redaksi
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru