Prabowo Disebut Tunjuk Pengusaha Haji Isam Tangani Karhutla, Mensesneg Bantah: Tidak Benar
JAKARTA Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membantah kabar yang menyebut pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Is
NASIONAL
PADANG -Peristiwa mengejutkan terjadi di Solok Selatan, Sumatera Barat, ketika AKP Dadang Iskandar, Kabagops Polres Solok Selatan, menembak mati rekan seprofesinya, AKP Ulil Ryanto Anshari, yang menjabat sebagai Kasat Reskrim di Polres yang sama.
Usai melakukan aksi tersebut, AKP Dadang menunjukkan sikap tidak biasa dengan langsung mendatangi Mapolda Sumatera Barat untuk menyerahkan diri. Namun, di halaman Mapolda Sumbar, AKP Dadang sempat meluapkan amarah kepada petugas yang hendak menggiringnya ke dalam gedung.
“Saya udah datang ke sini. Ayo mau apa kamu, saya makan kau, saya datang udah baik-baik,” kata AKP Dadang dengan nada tinggi, seperti terlihat dalam sebuah video yang beredar pada Sabtu (23/11). Meskipun demikian, dua personel kepolisian berhasil menenangkannya dan membawanya masuk ke dalam gedung untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kondisi Tersangka dan Penanganan Kasus Kabid Humas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol Dwi Sulistyawan, memastikan bahwa AKP Dadang dalam kondisi sehat dan sedang menjalani pemeriksaan oleh Ditreskrimum Polda Sumbar.
“Saat ini tersangka dalam kondisi sehat dan baik-baik saja. Pemeriksaan dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku,” ujar Kombes Pol Dwi. Ia juga menegaskan pentingnya menyampaikan informasi ini untuk meluruskan spekulasi yang beredar di masyarakat.
Jenazah AKP Ulil Ryanto telah diterbangkan ke kampung halamannya di Makassar untuk dimakamkan. Hingga kini, penyelidikan terhadap motif di balik aksi penembakan ini masih terus dilakukan.
Dugaan Terkait Tambang Galian C Ilegal Meski belum ada konfirmasi resmi terkait motifnya, dugaan kuat menyebut bahwa penembakan tersebut berkaitan dengan aktivitas tambang galian C ilegal di Solok Selatan. Sebelumnya, AKP Ulil dan jajarannya diketahui sempat mengamankan seorang pelaku yang terlibat dalam aktivitas tambang ilegal tersebut.
Tanggapan Pihak Berwenang Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah memastikan bahwa AKP Dadang akan menghadapi sanksi tegas berupa pemecatan dan proses hukum pidana. Sementara itu, Komisi III DPR RI mengkritik kejadian ini, menyebutnya sebagai tindakan brutal dan ekstrem yang mencoreng citra institusi kepolisian.
“Kami akan memanggil Kapolda Sumbar untuk memberikan penjelasan lebih rinci terkait kasus ini, termasuk langkah-langkah yang diambil untuk mencegah insiden serupa di masa depan,” ujar salah satu anggota Komisi III.
Kasus ini masih terus dikembangkan oleh pihak kepolisian, termasuk pendalaman mengenai dugaan keterlibatan pihak lain dalam aktivitas tambang ilegal di Solok Selatan.(N/014)
JAKARTA Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membantah kabar yang menyebut pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad alias Haji Is
NASIONAL
JAKARTA Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menginstruksikan seluruh kepala daerah melarang pembukaan lahan dengan cara dibak
NASIONAL
BANDA ACEH Presiden Prabowo Subianto dikabarkan memberhentikan M. Nasir dari jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Aceh. Pemberhent
PEMERINTAHAN
JAKARTA Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Perempuan, Remaja, dan Keluarga (PRK) Siti Ma&039rifah meminta Universitas Pertahan
PENDIDIKAN
JAKARTA Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, menilai PDI Perjuangan (PDIP) berpeluang membangun poros alternatif jika Prabowo
POLITIK
JAKARTA Pengaduan seorang aparatur sipil negara (ASN) yang selama enam bulan tak kunjung selesai akhirnya tuntas dalam waktu sekitar dua
NASIONAL
MOJOKERTO Kebakaran melanda bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Dlanggu, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timu
PERISTIWA
MANGGARAI TIMUR Relawan kemanusiaan sekaligus Founder Yayasan Gerak Bareng, Ahmad Zaki Ali, meninggal dunia saat menjalankan misi kemanu
ENTERTAINMENT
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menilai praktik korupsi di sektor pendidikan bukan sekadar pelanggaran hukum. Lembaga antiras
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG menguat 1,93 persen sepanjang perdagangan sepekan. IHSG ditutup pada level 6.525,690, naik
EKONOMI