Tragis! Pria Tewas Tertemper Kereta Api di Simalungun
SIMALUNGUN Seorang pria bernama Heri Irawan (24) ditemukan tewas dengan kondisi tubuh rusak parah setelah tertemper kereta api di perlin
PERISTIWA
JAKARTA — Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat mulai mendalami dugaan kelalaian yang memicu kebakaran maut di gedung Terra Drone, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, yang menewaskan 22 orang pada Selasa (9/12/2025).
Selain penyebab teknis, polisi juga akan menelusuri kelengkapan izin operasional gedung sebagai bagian dari proses penyidikan.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro mengatakan penyidik tidak hanya berhenti pada temuan awal, tetapi juga membuka kemungkinan adanya pihak yang bertanggung jawab secara hukum.Baca Juga:
"Kami akan kaji apakah ada kelalaian atau pihak-pihak lain yang bertanggung jawab. Termasuk soal perizinan, semuanya akan kami periksa lebih lanjut," ujar Susatyo di lokasi kejadian.
Sejak siang tadi, tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polri telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan sumber api dan proses perambatan kebakaran.
"Tim Labfor sudah hadir dan melaksanakan olah TKP untuk menemukan sebab-sebab kebakaran," kata Susatyo.
Keterangan awal dari sejumlah saksi mengarah pada baterai perangkat drone sebagai pemicu api. Namun polisi menegaskan kesimpulan tersebut masih bersifat sementara.
"Dugaan sementara dari baterai drone yang terbakar, tetapi tim Labfor masih bekerja. Kami menunggu hasil pastinya," tambahnya.
Kebakaran yang terjadi pada saat jam kerja itu membuat puluhan pegawai terjebak di lantai atas gedung.
Petugas damkar menerima laporan pada pukul 12.43 WIB dan langsung mengerahkan unit dari berbagai pos.
Total 22 orang tewas, terdiri atas 15 perempuan dan 7 laki-laki, diduga karena tidak sempat menyelamatkan diri saat asap menyelimuti ruangan dengan cepat.
Kepala Dinas Gulkarmat DKI Jakarta Bayu Megantara menguatkan bahwa dugaan awal mengarah pada baterai litium, komponen yang lazim digunakan pada drone.
"Jenisnya baterai litium. Ini masih perlu evaluasi mendalam," ujarnya.
Bayu juga mengungkapkan bahwa karyawan sempat mencoba memadamkan api menggunakan lima unit APAR, namun tidak berhasil karena api terlalu cepat membesar dan menghasilkan asap pekat.
"Ada upaya pemadaman dengan APAR, sekitar lima unit, tetapi tidak berhasil. Asap semakin tebal," kata Bayu.
Polisi saat ini memeriksa sejumlah saksi dan melakukan audit terhadap standar keselamatan gedung, termasuk sistem proteksi kebakaran, prosedur penanganan baterai litium, dan kepatuhan gedung terhadap aturan keselamatan industri teknologi.
Penyidikan juga mencakup analisis kemungkinan pelanggaran Standard Operating Procedure (SOP), kelalaian pengawasan, hingga potensi pidana korporasi.*
(d/ad)
SIMALUNGUN Seorang pria bernama Heri Irawan (24) ditemukan tewas dengan kondisi tubuh rusak parah setelah tertemper kereta api di perlin
PERISTIWA
JAKARTA Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengimbau umat Islam menyikapi perbedaan awal puasa Ramadan 1447 Hij
AGAMA
JAKARTA Eks penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Yudi Purnomo Harahap, menegaskan bahwa mantan Presiden RI ke7, Joko Widodo (Jo
POLITIK
JAKARTA Apple mulai menapaki langkah nyata dalam menghadirkan enkripsi endtoend (E2EE) untuk pesan RCS di iPhone. Dukungan ini hadir p
SAINS DAN TEKNOLOGI
GIANYAR Menyambut Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, Kapolres Gianyar AKBP Chandra C. Kesuma melakukan kunjungan silaturahmi ke sejumlah ru
NASIONAL
TAPANULI SELATAN Aktivitas pengambilan sampel air Sungai Batang Toru oleh PT Agincourt Resources menuai sorotan warga. Sejumlah masyarak
HUKUM DAN KRIMINAL
DELI SERDANG Satuan Reserse Narkoba Polresta Deli Serdang menggagalkan peredaran sabu seberat 6,38 kilogram dan menangkap seorang pria b
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Dewan Pimpinan Wilayah Syarikat Islam (SI) Sumatera Utara menyatakan dukungannya terhadap program Pemerintah Provinsi Sumatera Uta
NASIONAL
TAPTENG Pemerintah Kabupaten Kabupaten Tapanuli Tengah menggelar rapat koordinasi penetapan masa tanggap darurat bencana sekaligus sosia
PEMERINTAHAN
MEDAN Pembangunan gedung permanen lima Sekolah Rakyat di Sumatera Utara (Sumut) tahap dua masih berjalan lambat. Persentase pengerjaan s
NASIONAL