Namun polisi belum memastikan apakah salah satu dari mereka merupakan pelaku penembakan.
"Sudah ada tiga orang yang diamankan terkait tawuran. Saat ini masih pendalaman untuk mengetahui siapa yang memegang senjata," kata Pelaksana Harian Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Wahyudi Rahman, Rabu, 7 Januari 2026.
Wahyudi menyebutkan, ketiganya masih menjalani pemeriksaan intensif guna mengungkap asal senjata api yang digunakan serta pelaku yang melepaskan tembakan hingga melukai korban.
Peristiwa penembakan itu terjadi pada Senin malam, 5 Januari 2026, sekitar pukul 19.30 WIB.
Saat itu, Asmi bersama ibunya, Romanda Siregar, sedang menaiki becak motor untuk menjemput ayahnya yang bekerja sebagai nelayan.
Di depan Kantor Pos Belawan, Jalan Medan–Belawan, laju kendaraan mereka terhenti akibat tawuran yang berlangsung di jalan. Romanda memilih menunggu karena khawatir menjadi sasaran.
"Awalnya kami mau menjemput bapaknya. Tapi di jalan ada perang, jadi kami menunggu di simpang," kata Romanda saat ditemui di RS Pirngadi Medan.
Tak lama berselang, Asmi tiba-tiba memegang mata kanannya sambil menangis kesakitan. Darah mengalir dari mata bocah itu hingga membasahi bajunya.
Romanda langsung memeluk anaknya dan meminta pengemudi becak membawa mereka mencari pertolongan medis.
Upaya membawa Asmi ke Rumah Sakit Prima Husada Cipta Medan terhambat karena jalan ditutup akibat tawuran.
Mereka sempat dibawa ke sebuah klinik terdekat, namun tidak mendapatkan penanganan karena luka berada di bagian mata.
Romanda kemudian menggendong Asmi sendiri menuju rumah sakit lain setelah tawuran belum juga mereda.
Di RS Pirngadi Medan, dokter memastikan terdapat proyektil peluru yang bersarang di mata kanan Asmi.
Saat ini, kondisi Asmi masih dalam pengawasan medis. Mata kanannya ditutup perban, sementara infus terpasang di tangan kirinya. Sesekali ia tampak menahan rasa sakit, namun tidak rewel.
Kasus ini menambah daftar korban sipil akibat aksi tawuran bersenjata yang masih marak terjadi di kawasan MedanBelawan.
Polisi menyatakan akan menindak tegas para pelaku dan menelusuri asal senjata api yang digunakan.*