BREAKING NEWS
Selasa, 13 Januari 2026

Megawati: Undang-Undang dan Regulasi Beri 'Karpet Merah' Percepat Deforestasi dan Perampasan Tanah

Abyadi Siregar - Sabtu, 10 Januari 2026 21:25 WIB
Megawati: Undang-Undang dan Regulasi Beri 'Karpet Merah' Percepat Deforestasi dan Perampasan Tanah
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menilai bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat lebih dari sekadar fenomena alam.

Dalam pidatonya pada peringatan HUT ke‑53 dan Rapat Kerja Nasional I PDIP di Beach City International Stadium, Ancol, Sabtu (10/1/2026), Megawati mengaitkan bencana tersebut dengan kerusakan lingkungan akibat ulah manusia dan kebijakan yang dinilai memberi ruang bagi eksploitasi alam.

Menurut Megawati, kawasan hulu yang seharusnya menjadi penyangga ekologis berubah menjadi ladang eksploitasi.

Baca Juga:

"Hutan alam dan wilayah adat dirampas, dibuka secara masif, lalu digantikan oleh tanaman monokultur berakar dangkal dan miskin daya dukung ekologis," ujarnya.

Ia menyebut bencana itu sebagai peringatan sejarah tentang dampak buruk jika manusia gagal mengubah cara memperlakukan alam.

Megawati menilai kerusakan lingkungan juga "dilembagakan oleh kebijakan".

Ia menyebut undang‑undang dan regulasi yang memberi "karpet merah pada konsesi besar" turut membuka jalan bagi deforestasi, perampasan tanah, dan penghancuran ekosistem.

"Atas nama pembangunan, rakyat disingkirkan dan alam dikorbankan. Ini bukan pembangunan, melainkan pembangunan tanpa keadilan dan tanpa peradaban," katanya.

Presiden kelima RI itu mengingatkan bahwa perubahan iklim dan kerusakan ekologis tidak hanya menimbulkan risiko lingkungan tapi juga dampak sosial, termasuk kecemasan generasi muda terhadap masa depan.

Menurutnya, jika manusia tidak mengubah arah peradaban, terutama dalam praktik pembangunan dan hubungan dengan lingkungan, bencana yang lebih katastrofik bisa terjadi.

Dalam kesempatan yang sama, Megawati juga meminta seluruh kader PDIP untuk bergotong royong membantu pemulihan wilayah terdampak bencana, karena pemulihan diperkirakan membutuhkan waktu lebih dari setahun.

Ia mendorong kader turun langsung ke lokasi bencana untuk memahami kondisi dan kebutuhan masyarakat terdampak.*

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Polres Labusel Gagalkan Penyelundupan 26 Kg Ganja, Kurir Dihadiahi Timah Panas Saat Berusaha Kabur
Update Korban Banjir dan Longsor di Sumut: 372 Tewas, 42 Hilang, Ribuan Masih Mengungsi
Bupati Simalungun Salat Jumat di Masjid Ilham Sigundaba, Ajak Warga Berjamaah Bangun Daerah
Megawati: Banjir dan Longsor di Sumatra Bukan Sekadar Bencana Alam, Ini Peringatan Sejarah
Wagub Aceh Minta Pemerintah Pusat Beri Uang Lauk Rp 15 Ribu per Hari untuk Pengungsi
1.000 Batang Ganja Dihancurkan di Lembah Seulawah, Polisi Amankan Pemilik Lahan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru