Skenario Konstitusi Jika Gugatan Gibran Dikabulkan MK: Ini Alur Penggantian dan Sosok Potensial
JAKARTA Peneliti ISEASYusof Ishak Institute Made Supriatma mengungkap sejumlah skenario politik apabila Mahkamah Konstitusi (MK) mengabul
POLITIK
JAKARTA – Ahli digital forensik Rismon Hasiholan Sianipar mengungkap kekecewaannya terhadap Polri terkait penanganan kasus dugaan ijazah palsu milik mantan Presiden RI Joko Widodo.
Rismon, salah satu dari delapan tersangka dalam kasus ini, menyoroti dua hal yang dinilainya menunjukkan ketidakprofesionalan institusi kepolisian.
Pertama, Polri diduga mencatut nama Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dalam dua gelar perkara khusus yang diadakan Mabes Polri dan Polda Metro Jaya.Baca Juga:
Menurut Rismon, hal ini dilakukan untuk melegitimasi keputusan penyidikan, padahal Komnas HAM tidak hadir dan tidak menyetujui agenda tersebut.
Pernyataan ini diperkuat oleh Ketua Komnas HAM Anis Hidayah.
"Tadi kami sangat kecewa menemukan fakta bahwa Polda Metro Jaya dan Mabes Polri sengaja mencatut Komnas HAM agar tindakan mereka terlihat sejalan dengan nilai-nilai HAM. Padahal Komnas HAM tidak hadir sama sekali," ujar Rismon usai mendatangi Komnas HAM, Rabu (21/1/2026).
Kedua, Rismon menilai terjadi relasi kuasa dalam proses hukum. Hal ini terlihat ketika dua tersangka dari klaster pertama, Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis, mendatangi kediaman Jokowi di Solo pada awal Januari 2026.
Rismon menduga penyidik yang menangani dirinya dan tersangka klaster kedua turut hadir dalam pertemuan tersebut, yang menurutnya menimbulkan ketidakseimbangan kekuasaan dan potensi penyalahgunaan otoritas.
"Bagaimana mungkin orang yang memproses kami sebagai tersangka tiba-tiba hadir di ruangan rumah mantan Presiden dan mudah diperintah-perintah. Ini jelas melanggar," kata Rismon.
Kasus ini bermula dari laporan dugaan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu Jokowi.
Dari delapan tersangka, dua orang telah memperoleh SP3, sementara enam tersangka lainnya, termasuk Rismon, Roy Suryo, dan Tifauzia Tyassuma, masih menjalani proses hukum.
Rismon dan rekan-rekannya juga didampingi kuasa hukum, Refly Harun, saat mengadukan dugaan kriminalisasi ini ke Komnas HAM.
Mereka berharap lembaga itu memberikan perhatian serius terhadap dugaan pelanggaran etik dan prosedural yang terjadi di Polri.
Kasus ijazah Jokowi tetap menjadi sorotan publik karena menyangkut figur mantan presiden sekaligus praktik penegakan hukum yang dinilai kontroversial.*
(tm/ad)
JAKARTA Peneliti ISEASYusof Ishak Institute Made Supriatma mengungkap sejumlah skenario politik apabila Mahkamah Konstitusi (MK) mengabul
POLITIK
JAKARTA Pengamat kebijakan publik Bonatua Silalahi menyoroti keberadaan sejumlah dokumen terkait ijazah Joko Widodo (Jokowi) yang disebut
POLITIK
MUARASABAK Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Muara Sabak terus meningkatkan pengawasan keselamatan dan keamanan
PEMERINTAHAN
JAKARTA Pemerintah telah menuntaskan kewajiban pembayaran obligasi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) kepada Bank Indonesia (BI) sen
EKONOMI
JAKARTA Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejaksaan Agung memeriksa
HUKUM DAN KRIMINAL
JATINANGOR Sebanyak 50 mahasiswa Universitas Padjadjaran (UNPAD) terpilih menerima Program Beasiswa GENZI UPZ IKA UNPAD. Selain mendapatka
PENDIDIKAN
MEDAN Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) membawa tantangan baru bagi pelaku seni, akademisi hingga fotografe
SENI DAN BUDAYA
BANDA ACEH Unit VI Ranmor Satreskrim Polresta Banda Aceh mengamankan seorang pria berinisial AN (30) yang diduga terlibat kasus penggelapa
HUKUM DAN KRIMINAL
SIMALUNGUN Polisi menangkap pelaku pencurian sepeda motor yang telah diburu hampir dua bulan. Pelaku bernama Yogi Wardani (32) ditangkap d
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Seorang warga Deli Serdang, Indrayani, mengadukan sejumlah penyidik Sat Reskrim Polrestabes Medan ke Bidang Profesi dan Pengamanan (
HUKUM DAN KRIMINAL