BREAKING NEWS
Selasa, 27 Januari 2026

Ahok Sebut Nama Jokowi dan Erick Thohir dalam Persidangan Kasus Korupsi Pertamina

Adelia Syafitri - Selasa, 27 Januari 2026 15:51 WIB
Ahok Sebut Nama Jokowi dan Erick Thohir dalam Persidangan Kasus Korupsi Pertamina
Mantan Komisaris Utama PT Pertamina Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. (Foto: tirto id/Rahma)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Mantan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok meminta aparat penegak hukum memeriksa sejumlah pejabat negara, termasuk Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, dalam pengusutan perkara dugaan korupsi tata kelola minyak mentah.

Permintaan tersebut disampaikan Ahok saat memberikan kesaksian dalam sidang kasus korupsi tata kelola minyak di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Selasa, 27 Januari 2026.

Ahok dihadirkan sebagai saksi dalam perkara yang salah satu terdakwanya adalah pengusaha minyak Riza Chalid.

Baca Juga:

Pernyataan Ahok muncul ketika jaksa penuntut umum menyinggung berita acara pemeriksaan (BAP) terkait pencopotan dua direksi anak usaha Pertamina.

Dua direksi tersebut adalah mantan Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional Djoko Priyono dan mantan Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Mas'ud Khamid.

Menjawab pertanyaan jaksa, Ahok menyatakan tidak memahami alasan pencopotan kedua pejabat tersebut, terutama karena dilakukan pada periode Erick Thohir menjabat Menteri BUMN.

Menurut Ahok, Djoko dan Mas'ud merupakan pimpinan yang berintegritas dan memiliki komitmen kuat memperbaiki kinerja sektor migas.

"Bagi saya, dua orang ini adalah direktur utama terbaik yang pernah dimiliki Pertamina. Mereka mau memperbaiki kilang dan Patra Niaga, dan semua arahan saya dijalankan," kata Ahok di persidangan.

Ahok bahkan mengaku terpukul saat mengetahui pencopotan tersebut.

Ia menyebut Djoko Priyono sebagai sosok yang memahami persoalan kilang secara mendalam dan berperan penting dalam menjelaskan berbagai kelemahan sistem produksi kepada dirinya.

"Waktu dia dicopot, saya sampai mau menangis. Menurut saya, ini bukan meritokrasi," ujar Ahok.

Dalam kesaksiannya, Ahok menyatakan keinginannya melaporkan polemik pencopotan direksi itu kepada Kejaksaan.

Ia juga mendorong jaksa untuk memeriksa pihak-pihak yang memiliki kewenangan dalam pengambilan keputusan tersebut.

"Periksa sekalian Kementerian BUMN. Periksa Presiden bila perlu. Kenapa orang-orang terbaik justru dicopot?" kata Ahok.

Ucapan tersebut sempat disambut tepuk tangan pengunjung sidang.

Ketua Majelis Hakim Fajar Kusuma kemudian mengingatkan agar persidangan tetap berjalan tertib dan pengunjung menghormati proses hukum.*

(dw/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Ahok Sebut Jaksa Bisa Menangkap Banyak Pihak Jika Mau Mengusut
Update Harga Pangan 27 Januari 2026: Bawang, Cabai, dan Minyak Goreng Turun
Wagub Sumut Pimpin Rapat Perubahan Perda Pajak dan Retribusi untuk Tingkatkan PAD dan Layanan Publik
Bapanas Catat Penurunan Harga Daging Sapi, Ayam, dan Telur Jelang Ramadan 2026
Update Harga Pangan 25 Januari 2026: Beras dan Cabai Mulai Turun, Telur dan Minyak Goreng Naik
Harga Cabai Rawit dan Telur Ayam Hari Ini: Terpantau Turun dan Naik, Catat Angkanya!
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru