Baru 16 Persen Cair dari Rp135 M, Satgas PRR Kebut Pemulihan Lima Puluh Kota Sebelum Tahun Ini Habis
LIMA PULUH KOTA Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mendorong percepatan 40 kegiatan
NASIONAL
JAKARTA – Media Independen Online (MIO) Indonesia mengecam keras insiden dugaan penganiayaan terhadap seorang wartawan di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, pada Kamis, 29 Januari 2026.
Peristiwa ini terjadi saat wartawan tersebut melakukan verifikasi informasi terkait rumah dinas Bupati Tapanuli Tengah, namun malah mengalami kekerasan.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB ini bermula ketika wartawan bersama seorang narasumber mendatangi rumah yang disebut sebagai kediaman sekaligus rumah dinas Bupati Tapanuli Tengah, dengan tujuan untuk mengklarifikasi informasi yang diterima.Baca Juga:
Sebagai bagian dari tugas jurnalistik, wartawan berusaha memastikan akurasi berita yang akan disampaikan kepada publik.
Namun, alih-alih mendapatkan klarifikasi yang diperlukan, wartawan dan narasumbernya diduga mengalami tindakan kekerasan dari oknum yang berada di lokasi.
Kekerasan terhadap wartawan tersebut, menurut MIO Indonesia, merupakan bentuk ancaman serius terhadap kebebasan pers dan hak publik untuk memperoleh informasi yang akurat dan berimbang.
Ketua Umum MIO Indonesia, AYS Prayogie, menegaskan bahwa kekerasan terhadap wartawan tidak hanya melukai kebebasan pers, tetapi juga merusak prinsip-prinsip demokrasi.
"Menyerang wartawan adalah serangan terhadap publik. Wartawan bekerja untuk kepentingan masyarakat luas, bukan untuk kepentingan pribadi. Setiap bentuk intimidasi, penghalangan, apalagi kekerasan terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik merupakan pembungkaman hak publik atas informasi," ujar Prayogie, pada Sabtu (31/1/2026).
Prayogie juga menyoroti pentingnya verifikasi dan klarifikasi dalam setiap pemberitaan, yang merupakan bagian dari kode etik jurnalistik dan dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Menurutnya, tindakan represif terhadap wartawan yang berusaha mencari kebenaran justru akan merusak sendi-sendi demokrasi di Indonesia.
"Mengekang kerja jurnalistik berarti mengancam kebebasan pers, serta menghambat demokrasi dan keterbukaan informasi di daerah. Jika wartawan yang melakukan tugas jurnalistik saja dihadapkan pada kekerasan, maka akan timbul efek negatif terhadap kebebasan berekspresi secara keseluruhan," tegasnya.
MIO Indonesia mendesak agar aparat penegak hukum segera mengusut tuntas kasus ini dengan transparan dan objektif, serta memberikan perlindungan hukum yang memadai bagi wartawan dalam menjalankan profesinya.
LIMA PULUH KOTA Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mendorong percepatan 40 kegiatan
NASIONAL
LANGKAT Ketua Pemuda Muslimin Sumatera Utara (PMS) Kabupaten Langkat sekaligus Anggota DPRD Kabupaten Langkat, Edi Bahagia Sinuraya, S.IP,
POLITIK
CHONBURI Pelatih Timnas Indonesia John Herdman tampak tidak terlalu puas meski skuad Garuda berhasil menang 30 atas Timor Leste pada laga
OLAHRAGA
JAKARTA Komisi III DPR RI dipastikan masih menyusun dan melakukan harmonisasi terhadap Rancangan UndangUndang (RUU) Perampasan Aset. Bahk
NASIONAL
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pihaknya masih menunggu instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait rencana pe
EKONOMI
JAKARTA Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi menegaskan pemerintah akan mematuhi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai mengembangkan perkara dugaan korupsi proyek pembangunan jalur rel Direktorat Jenderal P
HUKUM DAN KRIMINAL
BATU BARA Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Batu Bara melalui Bidang Perlindungan Anak
HUKUM DAN KRIMINAL
BINJAI Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Binjai mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Binjai membuka secara transparan tata kelol
PEMERINTAHAN
BATU BARA Penyaluran bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Batu Bara kembali menjadi perhatian masyarakat. Kali ini, sorotan muncul menyusu
PEMERINTAHAN