Roy Suryo, tersangka kasus dugaan tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo, di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 2 Februari 2026. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
"BAP memuat sekitar 130 saksi dan 22 ahli yang seluruhnya kami duga menguatkan pelapor. Karena itu, kehadiran ahli dari pihak kami menjadi penting agar perkara ini terang-benderang dan objektif," kata Gafur.
Gafur menambahkan Profesor Aceng merupakan akademisi independen yang diharapkan mampu memberikan pandangan keilmuan secara objektif, terutama dalam menilai ada atau tidaknya unsur pidana dalam peristiwa yang dipersoalkan.
"Profesor Uceng adalah ahli yang independen dan tidak memihak. Kami berharap beliau dapat memberikan penafsiran keahlian secara jernih," ujarnya.
Roy Suryo dan tim kuasa hukumnya sejatinya mengajukan tiga ahli untuk diperiksa pada hari yang sama.
Namun dua ahli lainnya, Ganjar Raksamana Bondar Bonaprapta dari Universitas Indonesia dan Azmi Syahputra dari Universitas Trisakti, berhalangan hadir.
Dengan pemeriksaan Profesor Aceng, total ahli yang telah diajukan Roy Suryo dan diperiksa penyidik kini berjumlah delapan orang.
Para ahli tersebut berasal dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari komunikasi, forensik digital, kecerdasan buatan, hukum pidana, hingga linguistik forensik.
Tim kuasa hukum berharap keberagaman keahlian tersebut dapat menjadi penyeimbang dalam proses penyidikan dan memastikan penegakan hukum berjalan secara adil dan proporsional.*