Prakiraan Cuaca DIY Hari Ini, Seluruh Wilayah Diprediksi Berawan
YOGYAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta
NASIONAL
JAKARTA – Mantan Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, kembali bersaksi dalam persidangan kasus dugaan korupsi pengadaan Liquefied Natural Gas (LNG) di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Pusat, Senin (2/3/2026).
Dalam kesaksiannya, Ahok mengaku terkejut mengetahui adanya kontrak pengadaan LNG dengan durasi 20 tahun yang disebut onerous contract, karena tidak ada kepastian pembeli.
Menurut Ahok, keputusan tersebut menyerupai perjudian (gambling) yang sangat berisiko bagi perusahaan.Baca Juga:
"Saya kaget kenapa beli gas tapi tidak ada pembeli, padahal nilainya puluhan miliar dolar. Seharusnya Pertamina baru berani membeli jika ada pembeli yang berkomitmen secara tertulis," ujarnya di ruang sidang.
Ahok menuturkan temuan ini muncul pertama kali saat rapat BOD-BOC Januari 2020.
Sebelumnya, saat ia menemui mantan Komisaris Utama, Tanri Abeng, tidak ada indikasi soal kontrak berisiko tersebut.
Ia menambahkan, langkah direksi Pertamina membeli LNG dari Mozambik menambah risiko karena wilayah tersebut sedang dilanda perang saudara, sehingga pasokan tidak terjamin.
Selain itu, Ahok mempertanyakan prosedur yang tidak melibatkan Dewan Komisaris dan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), serta perbedaan data Neraca Gas Indonesia yang digunakan sebagai dasar pembelian.
Ia menegaskan pentingnya audit dari pihak ketiga seperti PwC untuk menilai risiko kontrak.
Kasus ini menjerat mantan Direktur Gas PT Pertamina, Hari Karyuliarto, dan Senior Vice President Gas & Power, Yenni Andayani.
Keduanya didakwa merugikan negara sebesar US$113,839,186,60 karena menandatangani Perjanjian Jual Beli LNG Corpus Christi tanpa ada pembeli yang berkomitmen, tanpa kajian keekonomian, serta persetujuan dewan komisaris dan RUPS.
Persidangan kali ini menyoroti bagaimana prosedur pengadaan LNG yang tidak tepat, kontrak jangka panjang tanpa pembeli, dan risiko geopolitik dapat menimbulkan potensi kerugian besar bagi negara.
Ahok berharap transparansi dan pengawasan yang lebih ketat diterapkan dalam pengambilan keputusan strategis perusahaan BUMN, khususnya Pertamina, agar kejadian serupa tidak terulang.*
(cn/ad)
YOGYAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta
NASIONAL
DENPASAR Prakiraan cuaca di Provinsi Bali pada Rabu (22/7/2026) didominasi kondisi cerah hingga berawan. Namun, masyarakat di Kabupaten K
NASIONAL
JAKARTA Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan posisi duduk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam Sidang K
POLITIK
JAKARTA Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera (Satgas PRR) meminta pemerintah daerah di Aceh, Suma
NASIONAL
JAKARTA PT PLN (Persero) memastikan pasokan batu bara untuk operasional pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dalam kondisi aman. Kebutuh
EKONOMI
JAKARTA Timnas Indonesia bersiap menghadapi ASEAN Championship 2026, turnamen sepak bola paling bergengsi di kawasan Asia Tenggara. Pada
OLAHRAGA
JAKARTA Interpol Polri menangkap seorang warga negara Palestina bernama Abdul Karim Raed Miqdad, yang masuk dalam daftar buronan interna
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengeluarkan sejumlah rekomendasi kepada aparat penegak hukum, mulai dari Komisi
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat telah melakukan 17 operasi tangkap tangan (OTT) sepanjang periode Januari hingga Jul
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk tahun 2026 mengalami penyesuaian. Dari se
NASIONAL