Malam Ke-4 Ramadhan, Ustad Marasonang Siregar Ajak Umat Muslim Berhias dengan Akhlak Mulia
MEDAN Pada malam ke4 bulan suci Ramadhan, Ustad Marasonang Siregar memberikan tausyiah singkat kepada jamaah Mesjid Isti&039adah di J
AGAMA
JAKARTA -Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya kembali mengungkap kasus perjudian online yang melibatkan sejumlah pihak di Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Setelah sebelumnya menangkap 15 tersangka, polisi kini berhasil menangkap dua tersangka tambahan yang diduga terlibat dalam praktik ilegal ini, dengan peran sebagai penyetor dan penampung uang hasil kejahatan.
Dua tersangka baru tersebut, yang diketahui berinisial MN dan DM, ditangkap di luar negeri dan dibawa ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, pada Minggu malam (10/11). Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam, MN berperan sebagai buronan yang menyetorkan daftar situs judi online (judol) dan uang, sementara DM berperan sebagai penampung uang yang diduga berasal dari para pemilik situs judi tersebut.
Dari dua tersangka ini, tim penyidik Polda Metro Jaya berhasil menyita sejumlah barang bukti yang sangat signifikan. Selain uang tunai senilai Rp 300 juta, polisi juga menemukan dana sebesar Rp 2,8 miliar yang tersimpan di rekening kedua pelaku.
“Tim berhasil mengamankan uang cash sebesar Rp 300 juta, dan dana yang tersimpan di rekening mereka senilai Rp 2,8 miliar,” ujar Kombes Wira Satya Triputra, Dirreskrimum Polda Metro Jaya, dalam konferensi pers yang digelar di Bandara Soekarno-Hatta pada Minggu malam. Wira menambahkan bahwa kedua tersangka ini kini berada di Polda Metro Jaya untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kombes Wira memastikan bahwa pihak kepolisian berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus judi online ini, termasuk dengan menerapkan pasal tindak pidana pencucian uang terhadap para pelaku yang terlibat. “Kami akan terus mendalami kasus ini dan menindak semua pihak yang terlibat dalam jaringan judi online ini,” tegasnya.
Meskipun keterlibatan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dalam kasus ini sudah cukup jelas, kedua tersangka yang baru ditangkap tidak berstatus sebagai pegawai Komdigi. Menurut keterangan Kombes Wira, kedua pelaku adalah pihak luar yang memiliki peran penting dalam operasional situs judi online yang dilindungi oleh sejumlah oknum di Komdigi.
“Ini adalah orang luar, bukan pegawai Komdigi,” ujar Wira. Meskipun demikian, keterlibatan sejumlah pegawai Komdigi dalam memfasilitasi dan melindungi operasi situs judi online masih menjadi fokus utama dalam penyelidikan polisi.
Kasus ini bermula dari penyelidikan terhadap aktivitas judi online yang melibatkan pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital. Sebelumnya, polisi telah menetapkan 15 tersangka, termasuk 11 di antaranya yang merupakan pegawai Komdigi. Para tersangka dijerat dengan berbagai pasal, termasuk perjudian online dan pencucian uang. Selain itu, polisi juga memblokir 47 rekening milik para tersangka yang terlibat dalam jaringan judi online ini.
Dalam penggerebekan yang dilakukan, polisi menyita barang bukti yang cukup mencengangkan, termasuk uang tunai sejumlah Rp 73,7 miliar yang terdiri dari uang rupiah, dolar Singapura, dan dolar AS. Kombes Ade Ary Syam, Kabid Humas Polda Metro Jaya, menjelaskan bahwa dari total uang yang disita, sekitar Rp 35,7 miliar dalam bentuk rupiah dan Rp 35,0 miliar dalam bentuk dolar Singapura.
“Selain uang, kami juga menyita sejumlah barang lainnya, seperti handphone, laptop, jam tangan mewah, hingga senjata api,” ujar Ade.
Para tersangka terungkap telah mengelola lebih dari seribu situs judi online yang beroperasi di Indonesia. Dari masing-masing situs tersebut, mereka memperoleh keuntungan sekitar Rp 8,5 juta per situs. Dengan jumlah situs sebanyak seribu, para pelaku ini diperkirakan meraup keuntungan Rp 8,5 miliar per bulan dari aktivitas perjudian ilegal tersebut.
Peran pegawai Komdigi dalam kasus ini adalah sebagai pihak yang melindungi situs judi online agar tetap dapat beroperasi di Indonesia tanpa terdeteksi oleh pihak berwenang. Polisi kini tengah mendalami lebih lanjut peran oknum-oknum di Komdigi yang diduga memberikan perlindungan terhadap situs-situs tersebut.
Polda Metro Jaya bertekad untuk mengusut tuntas kasus judi online ini hingga ke akar-akarnya. Kombes Wira Satya Triputra menegaskan bahwa selain para pelaku yang langsung terlibat dalam aktivitas perjudian, pihaknya juga akan mengejar oknum-oknum lain yang terlibat dalam tindak pidana pencucian uang.
“Kasus ini bukan hanya soal perjudian, tetapi juga soal pencucian uang. Kami akan terus bekerja keras untuk mengungkap semua jaringan yang terlibat,” ujar Wira.
Kasus judi online yang melibatkan oknum-oknum di Kementerian Komunikasi dan Digital ini menjadi salah satu yang paling menarik perhatian publik. Dengan keterlibatan sejumlah pejabat tinggi dan jumlah uang yang terlibat sangat besar, kasus ini membuka banyak pertanyaan mengenai sejauh mana praktik ilegal ini bisa berkembang di Indonesia. Polisi berjanji akan terus melakukan investigasi dan tidak akan memberi ruang bagi siapapun yang terlibat dalam kejahatan ini.
(N/014)
MEDAN Pada malam ke4 bulan suci Ramadhan, Ustad Marasonang Siregar memberikan tausyiah singkat kepada jamaah Mesjid Isti&039adah di J
AGAMA
MEDAN Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan seluruh anggota Polri menjalani tes urine menyusul kasus eks Kapolres Bima AKB
HUKUM DAN KRIMINAL
DELI SERDANG Bupati Deli Serdang dr. Asri Ludin Tambunan bersama Wakil Bupati Lom Lom Suwondo meresmikan kantor baru Dinas Pemadam Kebak
PEMERINTAHAN
ACEH TIMUR Kepolisian Resor (Polres) Aceh Timur menyalurkan bantuan logistik dari Kapolri kepada masyarakat terdampak bencana di wilayah
NASIONAL
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menempati posisi teratas dalam survei popularitas menteri Kabinet Merah Putih versi Indeks
NASIONAL
JAKARTA Hasil survei nasional terbaru Indekstat menempatkan sektor ekonomi sebagai isu paling mendesak yang harus segera diselesaikan ol
EKONOMI
JAKARTA Survei terbaru Indekstat mengungkap bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi program pemerintahan PrabowoGibran yang pa
PEMERINTAHAN
JAKARTA Survei terbaru lembaga Indekstat mengungkap ketidakpastian publik terhadap potensi kembalinya peran TNI dan Polri dalam politik
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Survei terbaru yang dirilis lembaga Indekstat menunjukkan adanya perbedaan signifikan tingkat keyakinan publik terhadap masa dep
NASIONAL
ACEH TENGAH Lubang tanah raksasa di Kecamatan Ketol, Aceh Tengah, Aceh, terus meluas hingga mencapai luas sekitar 27.000 meter persegi.
PERISTIWA