DELI SERDANG – Seorang mantan personel TNI, Indra Utama, 44 tahun, diduga tewas setelah dikeroyok sejumlah petugas pengamanan perkebunan di Desa Bulu Cina, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Senin malam, 2 Maret 2026.
Korban merupakan warga Dusun 14 Krani Lama, Desa Bulu Cina. Informasi meninggalnya Indra pertama kali diterima keluarga pada Selasa dini hari, 3 Maret 2026, sekitar pukul 00.30 WIB.
Kepala Dusun 14 Krani Lama, Sudarmanto, mengatakan ia mengetahui kabar tersebut setelah dihubungi kepala desa setempat.
"Saya tahunya dikabari oleh Bapak Kepala Desa, katanya ada warga yang meninggal di Klinik Asia Medika," ujar Sudarmanto saat ditemui di rumah duka, Rabu, 4 Maret 2026.
Menurut Sudarmanto, keluarga menemukan sejumlah luka lebam pada tubuh korban, antara lain di bagian wajah dan dada.
Kecurigaan atas penyebab kematian pun muncul. Pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Hamparan Perak
. Selanjutnya, jenazah dibawa ke RS Bhayangkara TK II Medan untuk dilakukan autopsi.
"Ada beberapa lebam-lebam di muka, di bagian dada. Waktu di Polsek, saat dicek pihak kepolisian, ada keluar darah hitam dari mulut. Dari pihak keluarga merasa ada kejanggalan," kata Sudarmanto.
Berdasarkan informasi yang diperoleh keluarga dari saksi, korban diduga dikeroyok sekitar enam orang petugas keamanan perkebunan di wilayah tersebut.
Indra disebut-sebut tertangkap tangan mencuri tandan buah segar kelapa sawit.
"Iya, katanya mencuri sawit. Sampai sekarang pihak keluarga belum tahu berapa yang dicuri, kabarnya empat janjang. Dari saksi itu tampak ada enam orang yang menganiaya. Siapa saja, kami belum tahu pasti, yang jelas pihak keamanan perkebunan," ujarnya.
Sudarmanto membenarkan bahwa Indra merupakan mantan anggota TNI yang diberhentikan sekitar 2014.