MEDAN – Personel Subdit III Direktorat Reserse NarkobaPoldaSumatera Utara berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 5 kilogram yang rencananya akan dikirimkan dari Medan menuju Jakarta.
Pengungkapan kasus ini melibatkan seorang perempuan yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka.
Menurut keterangan yang disampaikan oleh Direktur Reserse Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol Andy Arisandi, barang bukti sabu tersebut dibungkus dalam kemasan teh China dengan berat masing-masing 1 kilogram.
"Subdit 3 Direktorat Reserse NarkobaPoldaSumatera Utara berhasil mengungkap tindak pidana narkotika dengan barang bukti sabu seberat 5 kilogram," kata Kombes Andy, Selasa (17/3/2026) di Mapolda Sumut.
Pengungkapan kasus ini terjadi di lobi salah satu hotel di Kota Medan.
Dalam operasi yang dilakukan, polisi berhasil mengamankan seorang perempuan muda yang membawa barang bukti sabu tersebut.
Perempuan yang berinisial RK itu ditangkap di depan lobi hotel bersama dengan barang bukti narkotika.
"Yang bersangkutan kami tangkap di depan lobi hotel di wilayah Medan bersama barang bukti. Ia diperintahkan untuk membawa narkotika jenis sabu ini menuju Jakarta," tegas Kombes Andy.
Saat ini, RK sudah diamankan di Polda Sumut untuk proses hukum lebih lanjut.
Polisi masih melakukan pengejaran terhadap pelaku lainnya yang terlibat dalam pengiriman sabu lintas daerah tersebut.
Kombes Andy menambahkan bahwa pengungkapan ini merupakan bagian dari upaya untuk memerangi peredaran narkoba yang marak di wilayah Sumatera Utara, khususnya yang melibatkan jaringan lintas provinsi.
Kasus ini semakin memperlihatkan bagaimana peredaran narkotika jenis sabu telah mencapai titik yang mengkhawatirkan.
Polda Sumut berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan dan pengungkapan terhadap jaringan narkoba yang beroperasi di wilayahnya.
"Peredaran narkoba di Sumatera Utara masih sangat marak dan kami akan terus bekerja keras untuk membongkar jaringan-jaringan besar yang terlibat dalam peredaran narkotika," ujar Kombes Andy.
Polisi masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap lebih dalam mengenai jaringan pengiriman sabu ini, termasuk siapa yang terlibat di Jakarta dan bagaimana sindikat ini beroperasi.