Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Mekanisme pengawasan internal BGN sudah ada, namun dengan keterlibatan Kejagung, diharapkan pengawasan anggaran di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan semakin ketat dan efektif.
Dadan mengingatkan kepada seluruh mitra agar menggunakan dana sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) yang ada.
"Kami akan memastikan dana ini digunakan seoptimal mungkin, dan harus transparan," tegasnya.
Di tengah pengawasan yang semakin ketat, BGN juga mengungkapkan bahwa ada sekitar 62 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dihentikan sementara akibat dugaan penyalahgunaan dana.
Dugaan penyimpangan ini muncul setelah viralnya keluhan terkait menu yang diberikan oleh beberapa SPPG yang tidak sesuai dengan ketentuan.
"Minimal ada 62 SPPG yang kami tutup sementara karena tidak sesuai dalam memberikan menu MBG," jelas Dadan.
Meski demikian, Dadan menekankan bahwa jumlah tersebut sangat kecil jika dibandingkan dengan lebih dari 25.000 SPPG yang saat ini beroperasi di seluruh Indonesia.
Ia juga menegaskan bahwa meskipun ada penyimpangan, mayoritas SPPG menjalankan program dengan baik.
"Ini yang disebut vocal minority, sementara yang mayoritas justru tidak terekspos," tambahnya.
Penyimpangan tersebut belum dihitung secara rinci, namun Dadan memastikan bahwa nilai kerugian akibat penyalahgunaan anggaran akan dihitung dalam proses penyelidikan lebih lanjut.
Keterlibatan Kejagung dan komitmen dari Komisi III DPR RI diharapkan dapat memastikan bahwa program MBG, yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, berjalan dengan baik, transparan, dan bebas dari praktik penyelewengan.
Pengawasan yang kuat ini bertujuan untuk memastikan setiap rupiah anggaran yang digunakan benar-benar untuk kepentingan masyarakat, tanpa ada celah penyalahgunaan.*
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.