Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
"BAIS seharusnya berfokus pada deteksi dini ancaman terhadap negara, bukan terlibat dalam memata-matai warga sipil, terutama mereka yang menyampaikan kritik terhadap pemerintah," ujar Hendardi.
Komitmen Polri dan TNI untuk Transparansi
Sementara itu, Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri, menegaskan bahwa perbedaan informasi yang muncul antara Polri dan TNI tidak akan menghambat proses penyelidikan.
Menurutnya, kedua institusi memiliki komitmen yang sama untuk mengungkap kasus ini secara terang-benderang, dan keduanya berencana untuk mengkolaborasikan seluruh temuan penyelidikan untuk mencapai hasil yang maksimal.
"Polri dan TNI sepakat untuk membuka kasus ini secara transparan, berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dari masing-masing penyidikan," jelas Asep, yang menambahkan bahwa presiden telah menginstruksikan agar kasus ini diselesaikan secara cepat dan tanpa intervensi apapun.
Reaksi DPR dan Pihak Terkait
Ketua Komisi III DPR RI, Habibur Rochman, mengingatkan agar penyidik tidak terburu-buru menyimpulkan keterlibatan pihak tertentu, baik dari unsur sipil maupun militer.
Ia menegaskan bahwa siapa pun yang terlibat dalam kasus ini, baik sebagai pelaku utama, perencana, maupun pihak yang membantu, harus dimintai pertanggungjawaban secara hukum.
Sementara itu, Danpuspom TNI, Mayjen Yusri Nuryanto, menyatakan bahwa pihaknya telah mengamankan empat orang yang diduga terlibat dalam aksi penyiraman air keras tersebut, sementara Polda Metro Jaya mengidentifikasi dua pelaku lain dengan inisial BAC dan MAK.
Semua pelaku kini sedang diperiksa untuk mengungkap motif di balik tindak kejahatan ini.*
(dw/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.