BREAKING NEWS
Minggu, 14 Juni 2026

Pemerintah Kembalikan Izin Lingkungan PTAR, Tambang Emas Martabe Resmi Berproduksi Lagi

Raman Krisna - Rabu, 25 Maret 2026 13:11 WIB
Pemerintah Kembalikan Izin Lingkungan PTAR, Tambang Emas Martabe Resmi Berproduksi Lagi
PT. Agincourt Resources Martabe Gold Mine. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Aktivitas pertambangan emas di Martabe, Sumatera Utara, kembali berjalan setelah Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengembalikan izin lingkungan PT Agincourt Resources (PTAR).

Keputusan ini sekaligus mencabut sanksi yang sempat dikenakan terhadap entitas usaha anak perusahaan PT United Tractors Tbk. (UNTR).

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, memastikan bahwa PTAR kini dapat melanjutkan operasi meski Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 masih dalam tahap evaluasi Ditjen Minerba.

Baca Juga:

"Untuk kegiatan produksi, dapat dilakukan sesuai dengan RKAB tiga tahunan dan saat ini produksi 2026 sedang dievaluasi," ujar Yuliot, Rabu (25/3/2026).

Pencabutan izin ini merupakan tindak lanjut dari rekomendasi Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) setelah melakukan audit lingkungan dan penyelidikan terkait dugaan pelanggaran alih fungsi lahan.

Juru bicara Satgas PKH, Barita Simanjuntak, menegaskan proses pencabutan izin kini sepenuhnya berada di tangan Kementerian ESDM.

Sebelumnya, izin pengelolaan tambang Martabe sempat menjadi sorotan publik karena dugaan keterlibatan PTAR dalam memperburuk dampak Siklon Senyar yang melanda Sumatera Utara pada November 2025, memicu banjir dan longsor di wilayah sekitar.

Namun, hasil audit lingkungan Satgas PKH tidak menemukan pelanggaran signifikan, sehingga pemerintah memutuskan untuk mengembalikan izin operasi.

Chief Operating Officer PTAR, Danantara Dony Oskaria, menegaskan pemerintah tetap mengedepankan prinsip keadilan bagi investor dalam pengelolaan tambang emas Martabe.

"Kita mencermati proses pencabutan izin dan alih kelola dengan prinsip fair terhadap investor yang terlibat," katanya.

Tambang emas Martabe, yang mulai konstruksi pada 2008 dan berproduksi sejak 2012, memiliki luas konsesi awal 6.560 km², kini tersisa 130.252 hektare yang mencakup Kabupaten Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, dan Mandailing Natal.

Mayoritas saham PTAR dimiliki PT Danusa Tambang Nusantara, anak perusahaan PT Pamapersada Nusantara dan PT United Tractors Tbk.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Harga Emas Antam Naik ke Rp2,85 Juta per Gram, Buyback Ikut Menguat
Harga Emas Antam Stagnan, Namun Buyback Anjlok Rp 80.000 Hari Ini
Kepala Dusun Banda Gampong Lam Lumpu Geram: "Pembuang Sampah Sembarangan Bukan Manusia!"
Harga Emas Antam Anjlok Rp50.000 di Awal Pekan, Waktunya Beli?
748 Warga Binaan Lapas Labuhan Ruku Terima Remisi Idul Fitri 1447 H, Wujud Apresiasi dan Harapan Baru
Hari Ketiga Lebaran, Lapas Labuhan Ruku Berikan Pelayanan Kunjungan Maksimal bagi Warga Binaan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru