Kena OTT Proyek Jalan PUPR, KPK Tangkap Bupati Bolmut Sirajudin Lasena dan 13 Orang
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara) Sirajudin Lasena dalam operasi tangkap tang
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengumumkan bahwa mereka akan segera meminta keterangan dari empat prajurit TNI yang tersangka dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.
Langkah ini dilakukan untuk mendalami lebih lanjut bukti-bukti yang ada.
Komisioner Komnas HAM, Saurlin P Siagian, mengatakan kepada wartawan pada Jumat pagi (3/4/2026), bahwa pihaknya akan mengajukan permohonan kepada TNI untuk meminta keterangan dari keempat tersangka yang terlibat dalam insiden yang terjadi pada 12 Maret 2026.Baca Juga:
"Kami berencana meminta keterangan dari keempat tersangka, serta pihak terkait lainnya, termasuk para ahli, guna mendalami bukti-bukti yang ada," ungkap Saurlin.
Komnas HAM juga telah berkoordinasi dengan pihak TNI, termasuk melakukan permintaan keterangan kepada perwakilan TNI yang menghadiri rapat terkait penyidikan.
Saat ini, menurut Saurlin, proses penyidikan yang dilakukan oleh Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI sudah hampir mencapai tahap akhir. "Tinggal menunggu hasil visum dari RSCM dan keterangan dari saksi korban Andrie Yunus," tambahnya.
Saurlin menegaskan bahwa Komnas HAM akan terus mendorong agar penyidikan dilakukan secara transparan dan melibatkan pengawasan eksternal. Salah satu tuntutannya adalah agar identitas para pelaku segera diumumkan kepada publik.
Penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terjadi pada 12 Maret lalu.
Setelah penyelidikan, Puspom TNI berhasil menangkap empat prajurit yang diduga bertanggung jawab, yang semuanya berasal dari Detasemen Markas Besar (Denma Bais) TNI, dengan dua di antaranya berasal dari Angkatan Laut (AL) dan dua lainnya dari Angkatan Udara (AU).
Saat ini, keempat tersangka yang masing-masing berinisial NDP, SL, BHW, dan ES, tengah menjalani proses pendalaman lebih lanjut di Puspom TNI.
Komnas HAM juga mengingatkan pentingnya proses hukum yang transparan dan akuntabel untuk memastikan keadilan bagi korban serta memberikan efek jera kepada pelaku kekerasan.*
(d/dh)
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan Bupati Bolaang Mongondow Utara (Boltara) Sirajudin Lasena dalam operasi tangkap tang
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Aktivis sosial Palti Hutabarat meminta Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memanfaatkan persidangan Mahkamah Konstitusi (MK) untu
POLITIK
JAKARTA Pakar hukum tata negara Denny Indrayana menyebut Mahkamah Konstitusi (MK) memiliki kewenangan memeriksa persoalan syarat pendidikan
NASIONAL
DELI SERDANG Warga Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut), digegerkan dengan penemuan mayat bayi baru lahir yang ditemukan dalam bu
PERISTIWA
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) memperkuat pengawalan terhadap program strategis Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Pengawalan dilakukan
NASIONAL
SERANG Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan kebijakan ketenagakerjaan harus mampu menjaga perlindungan peke
NASIONAL
JAKARTA Menteri Keuangan Suahasil Nazara melantik 14 pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan ekosistem Komite Stabilitas
EKONOMI
MEDAN Perum Bulog Wilayah Sumatera Utara menerima tambahan 4.434 ton Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dari Jawa Timur yang tiba di Pelabuhan
EKONOMI
LUBUK PAKAM Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satreskrim Polresta Deli Serdang menangkap tiga pria yang diduga terlibat pencurian sepeda motor di
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Tim Macan Polres Pelabuhan Belawan menangkap seorang pria berinisial J (30) yang diduga membegal pengemudi ojek pangkalan di kawasan
HUKUM DAN KRIMINAL