Menaker Yassierli: Pekerja Harus Inovatif atau Tersingkir di Era Global
JAKARTA Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan pentingnya budaya inovasi dan peningkatan kompetensi tenaga kerja di tengah
EKONOMI
JAKARTA – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengumumkan bahwa mereka akan segera meminta keterangan dari empat prajurit TNI yang tersangka dalam kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.
Langkah ini dilakukan untuk mendalami lebih lanjut bukti-bukti yang ada.
Komisioner Komnas HAM, Saurlin P Siagian, mengatakan kepada wartawan pada Jumat pagi (3/4/2026), bahwa pihaknya akan mengajukan permohonan kepada TNI untuk meminta keterangan dari keempat tersangka yang terlibat dalam insiden yang terjadi pada 12 Maret 2026.Baca Juga:
"Kami berencana meminta keterangan dari keempat tersangka, serta pihak terkait lainnya, termasuk para ahli, guna mendalami bukti-bukti yang ada," ungkap Saurlin.
Komnas HAM juga telah berkoordinasi dengan pihak TNI, termasuk melakukan permintaan keterangan kepada perwakilan TNI yang menghadiri rapat terkait penyidikan.
Saat ini, menurut Saurlin, proses penyidikan yang dilakukan oleh Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI sudah hampir mencapai tahap akhir. "Tinggal menunggu hasil visum dari RSCM dan keterangan dari saksi korban Andrie Yunus," tambahnya.
Saurlin menegaskan bahwa Komnas HAM akan terus mendorong agar penyidikan dilakukan secara transparan dan melibatkan pengawasan eksternal. Salah satu tuntutannya adalah agar identitas para pelaku segera diumumkan kepada publik.
Penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terjadi pada 12 Maret lalu.
Setelah penyelidikan, Puspom TNI berhasil menangkap empat prajurit yang diduga bertanggung jawab, yang semuanya berasal dari Detasemen Markas Besar (Denma Bais) TNI, dengan dua di antaranya berasal dari Angkatan Laut (AL) dan dua lainnya dari Angkatan Udara (AU).
Saat ini, keempat tersangka yang masing-masing berinisial NDP, SL, BHW, dan ES, tengah menjalani proses pendalaman lebih lanjut di Puspom TNI.
Komnas HAM juga mengingatkan pentingnya proses hukum yang transparan dan akuntabel untuk memastikan keadilan bagi korban serta memberikan efek jera kepada pelaku kekerasan.*
(d/dh)
JAKARTA Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan pentingnya budaya inovasi dan peningkatan kompetensi tenaga kerja di tengah
EKONOMI
JAKARTA Istri Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, Ida Yulidina, mengungkap sejumlah cerita pribadi terkait kondisi suaminya se
NASIONAL
JAKARTA Prof. Purnomo Yusgiantoro resmi menjabat sebagai Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL Lemh
NASIONAL
MEDAN Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Umum Daerah (PUD) Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Medan, Irwansyah Gultom, menjadi sorotan setelah d
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) melaporkan jumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditangkap oleh militer Israel bertambah menj
INTERNASIONAL
JAKARTA Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menilai pelemahan nilai tukar rupiah turut memberikan dampak terhadap masyarakat di
EKONOMI
JAKARTA Partai Solidaritas Indonesia (PSI) tengah menyiapkan peta jalan atau roadmap untuk melakukan safari politik keliling Indonesia ber
POLITIK
ACEH TIMUR Kapolda Aceh Irjen Pol Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., meresmikan Gedung Utama Polres Aceh Timur dalam rangka kunjungan kerja (k
NASIONAL
MEDAN Perum BULOG Kantor Wilayah Sumatera Utara mulai menyalurkan jagung program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Tahun 2026 ke
EKONOMI
JAKARTA Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi rencana pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR yang
POLITIK