PLN Lakukan Pemeliharaan Jaringan, Sejumlah Wilayah Medan Terdampak Pemadaman
MEDAN PT PLN (Persero) UP83 Medan Utara kembali melakukan pemeliharaan jaringan listrik untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik kep
PERISTIWA
JAKARTA — Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) mengungkapkan ketidaksesuaian dalam formula harga bahan bakar jenis RON 90 dalam sidang lanjutan kasus dugaan tindak pidana korupsi terkait kompensasi PT Pertamina.
Sidang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, dengan terdakwa Alfian Nasution, pada Rabu (1/4/2026).
Dalam persidangan tersebut, JPU menghadirkan delapan saksi, yang terdiri dari saksi lanjutan dan tambahan, berasal dari berbagai institusi, termasuk Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), PT Pertamina Patra Niaga, serta PT Kilang Pertamina Internasional.Baca Juga:
Keterangan saksi-saksi tersebut dinilai semakin memperkuat konstruksi pembuktian yang dibangun oleh tim JPU.
Salah satu fakta penting yang terungkap dalam persidangan adalah adanya ketidaksesuaian dalam usulan Harga Indeks Pasar (HIP) yang diajukan terdakwa.
Jaksa menyebutkan bahwa terdakwa menggunakan data tahun 2019 yang merupakan HIP Pertalite, padahal data tersebut sudah tidak relevan lagi untuk digunakan sebagai dasar perhitungan. Usulan ini ternyata berimbas pada perbedaan signifikan antara harga yang diusulkan dan kondisi riil di lapangan.
"Fakta persidangan menunjukkan bahwa formula yang diajukan terdakwa tidak didasarkan pada data yang aktual, melainkan menggunakan data lama yang sudah tidak relevan," ujar Andi Setyawan, anggota tim JPU, di persidangan.
Lebih lanjut, jaksa juga menyoroti ketidaksesuaian dalam formula pencampuran bahan bakar yang diajukan. Terdakwa mengusulkan skema blending 50 persen Pertalite (RON 90) dan 50 persen Pertamax (RON 92).
Namun, dalam praktiknya, proses produksi di kilang maupun pengadaan impor menggunakan campuran NAFTA dengan HMOC 92. Hal ini menyebabkan biaya yang harus ditanggung negara menjadi lebih besar dari yang seharusnya.
Akibat dari penyimpangan formula harga ini, biaya kompensasi yang dibayarkan pemerintah menjadi membengkak, berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara.
Jaksa menegaskan bahwa seluruh keterangan saksi semakin menguatkan dugaan bahwa formula harga yang diajukan terdakwa tidak sesuai dengan kondisi riil, yang menguntungkan pihak tertentu di luar ketentuan yang berlaku.
Sidang lanjutan akan terus digelar untuk memperdalam pembuktian atas dugaan penyimpangan yang terjadi dalam penetapan kompensasi harga bahan bakar RON 90 tersebut.*
(dh)
MEDAN PT PLN (Persero) UP83 Medan Utara kembali melakukan pemeliharaan jaringan listrik untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik kep
PERISTIWA
JAKARTA Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar pemeriksaan pendahuluan perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil P
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Seorang mahasiswa Universitas Negeri Medan (Unimed), Marcelino Pasaribu (20), menjadi korban penikaman oleh pria berinisial Ismael
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah pada perdagangan awal pekan, Senin, 21 September 2026. Rup
EKONOMI
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah pada perdagangan Senin, 21 September 2026. Sejumlah saham yang masuk jajaran
EKONOMI
JAKARTA Harga pangan nasional di pasar tradisional pada Senin, 21 September 2026, bergerak beragam. Sejumlah komoditas utama mengalami k
EKONOMI
JAKARTA Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar pemeriksaan pendahuluan perkara Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil P
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Apple memperkenalkan desain yang cukup segar lewat iPhone Air. Alihalih menggunakan modul kamera besar seperti yang umum ditemu
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Harga emas batangan Logam Mulia produksi PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam turun pada perdagangan Senin, 21 September 20
EKONOMI
JAKARTA Sudah berada di tempat tidur, tetapi rasa kantuk tak kunjung datang? Kondisi tersebut tidak selalu disebabkan oleh banyak pikira
KESEHATAN