BREAKING NEWS
Sabtu, 11 April 2026

KPK Bawa 12 Pejabat Tulungagung ke Jakarta Usai OTT Bupati, Perkara Masih Belum Diketahui

Adelia Syafitri - Sabtu, 11 April 2026 10:28 WIB
KPK Bawa 12 Pejabat Tulungagung ke Jakarta Usai OTT Bupati, Perkara Masih Belum Diketahui
Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo saat tiba di Gedung KPK, Sabtu, 11 April 2026. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa belasan pejabat Pemerintah Kabupaten Tulungagung ke Jakarta usai menjalani pemeriksaan maraton di Polres Tulungagung, Jawa Timur, Sabtu, 11 April 2026.

Para pejabat tersebut diberangkatkan menggunakan Bus Harapan Jaya menuju Bandara Juanda, Sidoarjo.

Dari informasi yang dihimpun, rombongan berangkat sekitar pukul 06.30 WIB dengan pengawalan aparat.

Baca Juga:

Sebagian keluarga pejabat tampak mendatangi Polres Tulungagung sebelum keberangkatan, membawa koper dan pakaian ganti.

Sumber internal kepolisian menyebutkan sebanyak 12 orang pejabat dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan.

Sementara empat orang lainnya yang ikut diperiksa tidak turut dibawa.

"Ini tadi ada 12 orang yang dibawa bus," kata salah satu sumber di Polres Tulungagung, Sabtu (11/4/2026).

Sebelumnya, KPK mengonfirmasi telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di wilayah Jawa Timur.

Sebanyak 16 orang diamankan dalam operasi tersebut, termasuk Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo.

"Benar, malam ini KPK melakukan kegiatan penyelidikan tertutup di wilayah Jawa Timur. Tim mengamankan sejumlah 16 orang, salah satunya Bupati Tulungagung," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo.

Ia menyebut seluruh pihak yang diamankan masih dalam proses pemeriksaan intensif di lapangan.

KPK memiliki waktu 1x24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang ditangkap sesuai ketentuan KUHAP.

Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto sebelumnya juga membenarkan adanya OTT tersebut, namun belum membeberkan perkara yang tengah ditangani.

"Benar [OTT di Tulungagung]. Iya [bupati ditangkap]," kata Fitroh.

Hingga kini, KPK belum memberikan rincian perkara maupun konstruksi dugaan tindak pidana yang melatarbelakangi operasi senyap tersebut.*


(vod/ad)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Istana: Pemerintah Tak Tarik Pasukan TNI dari Misi Perdamaian UNIFIL Lebanon
Menkeu Purbaya: Dana Rampasan Rp11,4 Triliun Bakal Dikelola untuk Bangun Sekolah hingga LPDP
Soal Penertiban Bangunan Liar: KNPI Binjai Soroti Komunikasi Wakil Ketua II DPRD Binjai, Minta DPRD Sinergi dengan Pemko
Pemkot Tanjungbalai Siapkan Penertiban PKL Pasar Bahagia, Ini Tenggat Waktunya
Pemkot Tanjungbalai Dukung Program Sekolah Bersih Narkoba, Dorong Implementasi Kurikulum Anti Narkoba
Pemkab Asahan Percepat Transformasi Digital Pendidikan, Fokus Tingkatkan Kualitas Guru
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru