Terpukau Danau Toba, Pelari 34 Negara Bilang “Ini Surga” di Trail of The Kings UTMB 2026
SAMOSIR Trail of The Kings Ultra Trail du Mont Blanc (UTMB) 2026 resmi berakhir, tapi cerita tentang keindahan Danau Toba masih terus di
OLAHRAGA
LAMPUNG – Kasus kecelakaan maut bus Antar Lintas Sumatera (ALS) di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, yang menewaskan 19 orang kini resmi naik ke tahap penyidikan.
Kepolisian masih menelusuri sejumlah kemungkinan penyebab kecelakaan, termasuk dugaan faktor jalan berlubang hingga kecepatan kendaraan.
Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Maesa Soegriwo mengatakan tim Traffic Accident Analysis (TAA) telah diterjunkan untuk melakukan pemeriksaan teknis secara mendalam di lokasi kejadian.Baca Juga:
"Besok tim kami datang lagi ke sana untuk gelar perkara. Penanganan kasus ini sudah naik ke tahap penyidikan," kata Maesa, Jumat, 15 Mei 2026.
Menurut dia, penyidik masih membuka berbagai kemungkinan penyebab kecelakaan.
Salah satunya dugaan bahwa sopir bus berupaya menghindari lubang di jalan sebelum akhirnya kehilangan kendali.
Namun, hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya sejumlah lubang di ruas jalan dengan ukuran relatif kecil.
"Saya ke sana langsung. Lubangnya cuma sekitar dua sentimeter kedalaman, lebarnya bervariasi empat sampai lima sentimeter. Kurang lebih lima meter ada lubang lagi," ujarnya.
Maesa menilai kondisi tersebut masih perlu dianalisis lebih lanjut untuk memastikan apakah benar menjadi pemicu utama kecelakaan atau terdapat faktor lain seperti kecepatan kendaraan di jalur lurus tersebut.
"Kalau lubangnya besar mungkin bisa jadi faktor utama. Tapi ini kecil, motor pun bisa lewat. Bisa juga karena kecepatan," katanya.
Penyidik juga telah memeriksa sejumlah saksi, termasuk kernet bus yang menyebut kendaraan sempat berusaha menghindari lubang sebelum kecelakaan terjadi.
Keterangan tersebut masih akan didalami dengan bantuan saksi lain dan ahli teknis.
Selain itu, polisi juga menelusuri kondisi teknis kendaraan.
Dari hasil sementara, bus diketahui melaju dengan posisi gigi lima saat kejadian, yang mengindikasikan kecepatan tinggi.
"Semua harus dibuktikan melalui pemeriksaan ahli," ujar Maesa.
Ia menegaskan bahwa soopir bus berpotensi menjadi tersangka dalam kasus ini, meski penyidik masih membuka kemungkinan adanya pihak lain yang turut bertanggung jawab, termasuk perusahaan otobus.
Sebelumnya, bus ALS mengalami kecelakaan setelah menabrak truk tangki bermuatan minyak di Jalur Lintas Sumatera, Kecamatan Karang Jaya, Muratara.
Peristiwa itu menewaskan 19 orang, terdiri dari penumpang bus dan pengemudi truk.*
(km/ad)
SAMOSIR Trail of The Kings Ultra Trail du Mont Blanc (UTMB) 2026 resmi berakhir, tapi cerita tentang keindahan Danau Toba masih terus di
OLAHRAGA
JAKARTA Pemerintah menyatakan belum membahas usulan menjadikan gula pasir sebagai salah satu komponen dalam program bantuan pangan nasio
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan menerima putusan pengadilan terhadap mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanue
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pemerintah menegaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap akan dilanjutkan meskipun menjadi salah satu tuntutan penghentian
NASIONAL
MEDAN Rupiah saat ini menjadi mata uang resmi yang digunakan masyarakat Indonesia dalam setiap aktivitas ekonomi. Namun, jauh sebelum Ru
SENI DAN BUDAYA
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah tersebut masih dalam kondisi aman dan me
EKONOMI
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) ter
EKONOMI
SEMARANG Perjalanan hidup seseorang terkadang tidak hanya ditentukan oleh satu profesi atau satu bidang yang ditekuni. Hal itu tergambar
SOSOK
JAKARTA Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., bersama Panitia Khusus (Pansus) Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dewan Perwak
PEMERINTAHAN
JAKARTA Wakil Bupati Batu Bara Syafrizal S.E., M.AP., menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) II Himpunan Keluarga Besar Masyarakat Kabup
PEMERINTAHAN