Prakiraan Cuaca Sumut Hari Ini, Jumat 3 Juli 2026: Sebagian Besar Wilayah Berawan
SUMUT Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Provinsi Sumatera Utara akan didominasi
NASIONAL
JAKARTA – Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Kalimantan Timur membongkar dugaan jaringan peredaran narkotika jenis obat keras yang dikirim melalui jasa ekspedisi.
Kasus ini menjadi perhatian publik setelah menyeret nama Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Kutai Kartanegara, Yohanes Bonar Adiguna.
Perwira polisi berpangkat AKP itu kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolda Kaltim setelah diduga terlibat dalam pengiriman ratusan paket obat keras dari Medan menuju Kalimantan Timur.Baca Juga:
Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Kombes Pol Romylus Tamtelahitu, mengatakan pengungkapan kasus bermula dari operasi control delivery yang dilakukan bersama pihak Bea Cukai.
Petugas mendeteksi paket mencurigakan yang dikirim ke wilayah Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara.
"Berawal dari control delivery bersama Bea Cukai, ada pengiriman di wilayah Tenggarong kemudian kami lakukan pengembangan," kata Romylus, Minggu, 17 Mei 2026.
Saat paket tiba di lokasi tujuan, petugas menangkap seorang pria yang mengambil barang tersebut.
Setelah diperiksa, pria itu ternyata merupakan anggota polisi aktif berinisial A yang diketahui merupakan bawahan langsung Yohanes.
Menurut penyidik, anggota tersebut mengaku tidak mengetahui isi paket karena barang dibungkus dalam kardus tertutup.
"Setelah diambil langsung diserahkan kepada saudara YBA," ujar Romylus.
Temuan itu membuat Ditresnarkoba Polda Kaltim berkoordinasi dengan Divisi Propam untuk mengamankan Yohanes.
Dari pengembangan kasus, polisi menemukan dua kardus berisi total 70 paket obat keras. Sebanyak 20 paket diamankan di Tenggarong dan 50 paket lainnya ditemukan di Balikpapan.
Penyelidikan lanjutan kemudian menemukan tambahan 50 paket lain dengan alamat pengirim dan penerima yang sama.
"Total keseluruhan yang teridentifikasi ada 100 paket," kata Romylus.
Polisi memperkirakan harga satu paket obat keras tersebut berkisar antara Rp4 juta hingga Rp5 juta. Jika dikalkulasikan, total nilai barang bukti dapat mencapai ratusan juta rupiah.
Kepada penyidik, Yohanes mengaku barang tersebut digunakan untuk konsumsi pribadi. Namun polisi meragukan pengakuan itu karena jumlah barang yang dinilai terlalu besar.
"Dia mengaku dipakai sendiri, namun kami tidak percaya karena jumlahnya banyak," ujar Romylus.
Polda Kaltim kini masih memburu pemasok utama yang diduga berada di Medan dan menelusuri dugaan jalur distribusi narkotika melalui jasa ekspedisi.
Kapolda Kepolisian Daerah Kalimantan Timur Irjen Pol Endar Priantoro menegaskan institusinya menerapkan kebijakan zero tolerance terhadap anggota yang terlibat narkoba.
"Peristiwa itu ada dan saat ini masih dalam proses pengembangan," kata Endar.
Saat ini, tiga saksi termasuk anggota polisi yang mengambil paket serta pihak ekspedisi masih menjalani pemeriksaan intensif.*
(km/ad)
SUMUT Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Provinsi Sumatera Utara akan didominasi
NASIONAL
JAKARTA Dua advokat berinisial HS dan PN dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan pelanggaran UndangUndang Nomor 27 Tahun 2022 tentang
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyoroti kondisi petani Indonesia yang dinilainya semakin terdesak aki
EKONOMI
JAKARTA Presiden RI Prabowo Subianto melepas langsung kepulangan Presiden Belarus, Aleksandr Lukashenko, usai kunjungan kenegaraan di In
NASIONAL
JAKARTA Mantan Presiden Republik Indonesia ke7, Joko Widodo (Jokowi), dipastikan akan menghadiri sidang lanjutan perkara dugaan ijazah
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut dugaan kasus gratifikasi yang menjerat mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Maj
NASIONAL
JAKARTA Sebanyak 30.000 manajer Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih dijadwalkan mulai ditempatkan di berbagai daerah pada Agust
NASIONAL
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas angkat bicara terkait penggeledahan yang dilakukan Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan di RSU
PEMERINTAHAN
MEDAN Tim penasihat hukum (PH) tiga terdakwa kasus dugaan korupsi Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Fa
HUKUM DAN KRIMINAL
BENER MERIAH Sebanyak 135 Reje Kampung (Kepala Desa) terpilih periode 20262032 resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya dalam pro
PEMERINTAHAN