JAKARTA – Kejadian penyanderaan bocah perempuan berusia 4 tahun di Pospol Pejaten, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, menghebohkan warga setempat. Pria berinisial IJ (54) yang melakukan tindakan tersebut ternyata adalah teman ayah korban, dan mengaku sempat meminta izin kepada orang tua bocah untuk membawanya jalan-jalan.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Nurma Dewi, menjelaskan bahwa IJ meminta izin kepada orang tua korban yang berinisial Y. “Pelaku berizin dulu dengan orang tuanya. Alasannya untuk membawa S jalan-jalan ke rumah sepupunya,” ungkap Nurma di hadapan wartawan. Menurutnya, pelaku dan orang tua korban sudah saling mengenal selama dua bulan, sehingga kepercayaan tersebut dimanfaatkan oleh IJ untuk melancarkan aksinya.
Penyanderaan tersebut terjadi di Pospol Pejaten dan berhasil direkam oleh warga sekitar. Aksi IJ, yang membawa senjata tajam, menarik perhatian pengendara dan menyebabkan kemacetan di sekitar lokasi. Polisi akhirnya berhasil menangkap IJ dan membawa bocah yang disandera ke tempat aman.
Motif yang Mengkhawatirkan
Polisi mengungkap bahwa IJ melakukan penyanderaan karena berhalusinasi akibat pengaruh narkoba. “Motifnya sebetulnya dia hanya menjadikan anak ini sebagai tameng. Dia merasa dikejar-kejar orang, dan berpikir jika ada anak kecil, dia tidak akan dikejar,” terang Nurma. Dalam keadaan berhalusinasi, IJ memilih bocah tersebut sebagai pelindungnya dari apa yang dianggapnya sebagai ancaman.
Pihak kepolisian juga telah melakukan tes urine terhadap IJ, dan hasilnya menunjukkan bahwa pelaku positif mengonsumsi narkoba jenis sabu. Nurma mengungkapkan bahwa pelaku telah menggunakan sabu selama empat hari terakhir sebelum insiden tersebut terjadi. “Pengakuan dari dia, dia sudah memakai sabu sudah empat hari,” jelasnya.
Kekhawatiran Masyarakat
Kejadian ini menggugah kekhawatiran di kalangan masyarakat mengenai keamanan anak-anak, serta dampak negatif penggunaan narkoba di lingkungan sekitar. Banyak warga yang merasa perlu lebih waspada terhadap orang-orang yang dikenal, meskipun sudah memiliki hubungan baik. Peristiwa ini juga menjadi pengingat bahwa tindakan kejahatan bisa muncul dari orang-orang terdekat yang mungkin tidak terduga.
Sebagai langkah lanjutan, pihak kepolisian berjanji akan meningkatkan patroli dan pengawasan di area yang rawan, serta mengedukasi masyarakat tentang pentingnya kewaspadaan dalam menjaga anak-anak dari potensi bahaya.
Dengan segala kejadian yang mencemaskan ini, harapan masyarakat adalah agar pelaku mendapatkan penanganan yang tepat dan keadilan ditegakkan, serta anak yang disandera dapat pulih dari trauma akibat pengalaman menegangkan tersebut.
(K/09)
Terungkap Modus Pelaku Bawa Bocah 4 Tahun untuk Jalan-jalan Lalu Disandera