BGN Buka Suara soal Penemuan Jenazah di Kendal: Bangunan Hanya Mirip SPPG
KENDAL Badan Gizi Nasional (BGN) membantah informasi yang mengaitkan penemuan jenazah pria di sebuah bangunan kosong di Kabupaten Kendal,
HUKUM DAN KRIMINAL
SURABAYA –Kejaksaan Agung (Kejagung) tengah melakukan penyelidikan mendalam terhadap dugaan suap yang melibatkan mantan pejabat Mahkamah Agung (MA) berinisial ZR. Pejabat tersebut kini sedang diperiksa terkait kasus vonis bebas yang dijatuhkan kepada Gregorius Ronald Tannur oleh hakim Pengadilan Negeri Surabaya. ZR telah dibawa dari Bali ke Jakarta untuk melanjutkan proses hukum yang lebih intensif.
Proses PemeriksaanDilansir dari detikBali, Kajati Bali, I Ketut Sumedana, mengungkapkan bahwa ZR menjalani pemeriksaan di kantor Kejati Bali pada Kamis malam (24/10). Meskipun demikian, Ketut menolak memberikan rincian lebih lanjut mengenai materi pemeriksaan. Ia menyatakan, “Kalau pemeriksaan di Kejati Bali memang ada dari sore sampai malam, hari ini yang bersangkutan dibawa ke Jakarta. Saya tidak mengkonfirmasi siapa dan perannya seperti apa, apalagi status yang bersangkutan.”
Ketut juga menegaskan bahwa penjelasan terkait materi pemeriksaan dan status hukum ZR adalah kewenangan penuh Kejagung. Namun, ia mengonfirmasi bahwa pemeriksaan tersebut terkait dengan dugaan suap yang melibatkan tiga hakim PN Surabaya dalam kasus vonis bebas untuk Ronald Tannur.
Latar Belakang KasusKasus ini berawal dari vonis bebas yang dijatuhkan kepada Gregorius Ronald Tannur, yang sebelumnya terlibat dalam insiden tewasnya Dini Sera. Namun, vonis bebas tersebut telah dianulir oleh MA, dan saat ini Ronald Tannur telah dijatuhi hukuman penjara selama lima tahun setelah terbukti melakukan penganiayaan yang menyebabkan kematian Dini Sera.
Tiga hakim yang terlibat dalam vonis bebas tersebut—Erintuah Damanik, Mangapul, dan Heru Hanindyo—telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejagung. Selain itu, seorang pengacara bernama Lisa Rahmat juga turut ditetapkan sebagai tersangka dalam skandal ini. Tindakan ini menunjukkan komitmen Kejagung dalam memberantas praktik korupsi di lingkungan peradilan.
Implikasi bagi Sistem PeradilanKasus ini menjadi sorotan publik dan menunjukkan adanya celah dalam sistem peradilan yang memungkinkan praktik suap terjadi. Kejaksaan Agung diharapkan dapat menyelesaikan kasus ini dengan transparan dan akuntabel, sehingga dapat memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan di Indonesia. Pengawasan yang ketat terhadap hakim dan pejabat pengadilan harus menjadi prioritas, untuk mencegah terulangnya kasus serupa di masa mendatang.
Penyidikan terhadap ZR dan pihak-pihak terkait diharapkan dapat mengungkap jaringan korupsi yang lebih luas, serta memberikan pelajaran berharga bagi seluruh elemen dalam sistem peradilan. Masyarakat menunggu dengan cermat perkembangan kasus ini, berharap agar keadilan dapat ditegakkan dengan sebaik-baiknya.
(N/014)
KENDAL Badan Gizi Nasional (BGN) membantah informasi yang mengaitkan penemuan jenazah pria di sebuah bangunan kosong di Kabupaten Kendal,
HUKUM DAN KRIMINAL
OlehAndang SubahariantoPEMBACA yang budiman tentu bertanyatanya. Mengapa pejabat publik di banyak negara relatif gampang berkata, Saya mu
OPINI
BATU BARA Bentuk kepedulian terhadap keselamatan dan kenyamanan masyarakat ditunjukkan oleh salah seorang pengusaha ponsel, Muhammad Mus
NASIONAL
BINJAI Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kota Binjai menggelar bakti sosial dengan membagikan 500 goni beras kepada wa
NASIONAL
BANDA ACEH Polda Aceh mengerahkan 1.820 personel untuk mengamankan pembukaan Muzakarah Internasional Ulama Tauhid Sufi KeII Tahun 2026
NASIONAL
BANDA ACEH Direktur Intelijen dan Keamanan (Dirintelkam) Polda Aceh Kombes Pol. Said Anna Fauza mewakili Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi S
NASIONAL
BATU BARA Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Labuhan Ruku terus berupaya meningkatkan kreativitas dan semangat warga binaan melalu
NASIONAL
JAKARTA Asalusul Pasal 18 ayat (3) Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 19 Tahun 2023 tentang Pencalonan Peserta Pemilihan Umum
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Wacana pembentukan panitia khusus (pansus) di DPR untuk mendalami putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait persyaratan pendidika
POLITIK
JAKARTA Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar, Zulfikar Arse Sadikin, menilai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan perselisi
HUKUM DAN KRIMINAL