8 Eks Anggota TPNPB-OPM di Papua Pegunungan Nyatakan Setia ke Indonesia, Serahkan Senjata
PAPUA PEGUNUNGAN Delapan anggota TPNPBOPM Kodap XV/Ngalum Kupel dilaporkan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
NASIONAL
JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) masih menelusuri klaim mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, yang menyebut adanya 26 nama yang diduga terlibat dalam perkara dugaan korupsi tata kelola Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penyidik menegaskan seluruh informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya sebelum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, mengatakan pihaknya masih melakukan verifikasi terhadap keterangan yang disampaikan kubu Sony, termasuk mencocokkannya dengan alat bukti yang dimiliki penyidik.Baca Juga:
"Itu sedang kami teliti, kami cek, kami juga punya alat bukti, kami teliti semua," ujar Syarief dalam konferensi pers di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta, Jumat (12/6/2026).
Menurut dia, Kejagung belum dapat menarik kesimpulan terkait nama-nama yang disebutkan sebelum melakukan pemeriksaan langsung terhadap Sony Sonjaya.
Penyidik, kata Syarief, juga akan segera memanggil Sony untuk diperiksa terkait permohonan dirinya sebagai justice collaborator (JC) dalam perkara tersebut.
"Nanti akan kami panggil, kami periksa Saudara SS yang mengajukan JC itu," katanya.
Kejagung menyebut hingga saat ini Sony belum menyerahkan bukti rinci terkait klaim adanya keterlibatan sejumlah pihak dalam dugaan korupsi MBG.
Karena itu, penyidik masih harus menguji seluruh informasi yang disampaikan.
"Karena kan Saudara SS belum menyampaikan bukti apa yang dia punya, kami juga berhitung di kami bukti apa yang kami punya," ujar Syarief.
Pemeriksaan terhadap Sony dianggap penting untuk memastikan validitas informasi yang berkembang, termasuk dugaan keterlibatan sejumlah nama besar dalam kasus tersebut.
Sebelumnya, kuasa hukum Sony Sonjaya menyebut kliennya mengetahui adanya sejumlah pihak berpengaruh yang diduga terlibat dalam pengaturan tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada program MBG.
Sony melalui kuasa hukumnya, Krisna Murti, membantah dirinya sebagai aktor utama dalam dugaan penyimpangan proyek tersebut, termasuk dalam praktik jual beli titik dapur SPPG.
"Selama ini dia dipojokkan bahwa dia adalah yang menjual titik-titik dapur, dia yang mempermainkan dapur-dapur itu," ujar Krisna.
Ia juga menyebut Sony berada dalam tekanan dan mengaku mengetahui adanya keterlibatan pihak lain yang memiliki pengaruh besar dalam proyek tersebut.
Menurut pihak kuasa hukum, Sony bahkan mengklaim telah mengantongi lebih dari 26 nama yang diduga menerima aliran dana dalam perkara ini, yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari legislatif, eksekutif, hingga yudikatif.
Kejagung memastikan seluruh klaim tersebut akan diuji melalui proses penyidikan sesuai alat bukti yang sah sebelum ditarik kesimpulan lebih lanjut.*
(km/ad)
PAPUA PEGUNUNGAN Delapan anggota TPNPBOPM Kodap XV/Ngalum Kupel dilaporkan kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
NASIONAL
JAKARTA Layanan media sosial milik Meta, yakni WhatsApp, Instagram, dan Facebook, dilaporkan mengalami gangguan pada Jumat malam (12/6/202
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) masih menelusuri klaim mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, yang menyebut adany
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap dugaan praktik penggelembungan harga atau mark up dalam pengadaan sepeda motor listrik untuk
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Ribuan mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta pada Ju
PERISTIWA
MEDAN Pemerintah Kota Medan memastikan kondisi keuangan daerah masih aman dan mencukupi untuk membayar gaji Pegawai Pemerintah dengan Perj
PEMERINTAHAN
MEDAN Dewan Pengawas Perum Bulog, Frans B. M. Dabukke, meninjau langsung pelaksanaan Program Bantuan Pangan (Banpang) di Sumatera Utara un
EKONOMI
JAKARTA Layanan media sosial Facebook dan Messenger dilaporkan mengalami gangguan massal di berbagai negara pada Jumat, 12 Juni 2026. Gang
SAINS DAN TEKNOLOGI
BALI Pemain Timnas Indonesia Justin Hubner resmi melepas masa lajang setelah melangsungkan akad nikah dengan selebritas Jennifer Coppen, J
ENTERTAINMENT
JAKARTA Polda Metro Jaya menjelaskan alasan tidak diperbolehkannya massa mahasiswa menuju kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta P
PERISTIWA