Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA – Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta Kejaksaan Agung tetap fokus mengusut dugaan tindak pidana korupsi dalam tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyeret mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sonny Sonjaya.
Menurut Sahroni, informasi mengenai 41 nama yang disebut-sebut terlibat dalam kasus tersebut belum tentu benar dan berpotensi menjadi fitnah apabila belum dibuktikan melalui proses hukum.
"Kejaksaan fokus saja sama Sonny Sonjya, sekalipun Sonny berteriak nama-nama kan bisa jadi fitnah semata," kata Sahroni, Sabtu (20/6/2026).
Baca Juga:
Bendahara Umum DPP Partai NasDem itu menegaskan, penyidik sebaiknya terlebih dahulu menyelesaikan proses hukum terhadap Sonny Sonjaya sebelum mengembangkan penyelidikan terhadap pihak lain yang namanya disebut dalam perkara tersebut.
Ia juga meminta agar Sonny tidak membawa-bawa nama banyak orang yang belum tentu terbukti terlibat dalam kasus yang sedang diusut Kejaksaan Agung.
"Kejaksaan fokus sama Sonny untuk tindak pidana yang diduga dia lakukan, Sonny juga jangan bawa-bawa nama orang banyak hanya sebatas kelabui penyidik saja," ucap dia.
Meski demikian, Sahroni mempersilakan Kejaksaan Agung mendalami informasi yang disampaikan Sonny setelah proses hukum terhadap yang bersangkutan selesai dilakukan.
"Kejagung tetap usut dengan fokus ke Sonny dulu, setelah Sonny selesai baru usut yang lain-lain," imbuhnya.
Sebelumnya, Sonny Sonjaya menjalani pemeriksaan selama sekitar 10 jam di Gedung Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung RI.
Pemeriksaan tersebut berkaitan dengan pengajuan status justice collaborator (JC) yang diajukan Sonny dalam perkara dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis.
Kuasa hukum Sonny, Krisna Murti, mengungkapkan bahwa dalam pemeriksaan tersebut penyidik kembali meminta kliennya menjelaskan daftar nama pihak yang disebut terlibat dalam pengajuan titik penentuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.
Menurut Krisna, jumlah nama yang sebelumnya disebut sebanyak 26 orang kini bertambah menjadi 41 nama berdasarkan data komunikasi yang diperlihatkan kepada penyidik.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.