BREAKING NEWS
Minggu, 05 Juli 2026

Aiptu Sumaryanto Ditemukan Tewas, Tiga Polisi Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng

Dharma - Minggu, 05 Juli 2026 13:59 WIB
Aiptu Sumaryanto Ditemukan Tewas, Tiga Polisi Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba di Kalteng
Suasana di lokasi peristiwa tewasnya satu personel Polisi saat penggerebekan bandar narkoba di Katingan. (Foto: RRI/Istimewa)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Korban tewas dalam operasi penggerebekan bandar narkoba di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, kembali bertambah. Aiptu Sumaryanto ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kawasan Sungai Desa Tumbang Kalemei, Minggu (5/7/2026), setelah sebelumnya dilaporkan hilang saat menjalankan tugas.

Dengan ditemukannya Aiptu Sumaryanto, jumlah anggota kepolisian yang gugur dalam operasi tersebut menjadi tiga orang.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, membenarkan penemuan jenazah Aiptu Sumaryanto setelah tim gabungan melakukan pencarian selama beberapa hari.

Baca Juga:

"Telah ditemukan satu jenazah atas nama Aiptu Sumaryanto," kata Brigjen Eko Hadi Santoso di Jakarta, Minggu (5/7/2026).

Usai ditemukan, jenazah langsung dievakuasi menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Bhayangkara Palangka Raya untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.

Peristiwa bermula saat Satresnarkoba Polres Katingan menggelar operasi penindakan terhadap dugaan peredaran narkotika di Desa Tumbang Kalemei pada Rabu (1/7/2026) malam.

Operasi tersebut dilakukan setelah polisi menerima informasi dari masyarakat terkait aktivitas peredaran sabu di wilayah tersebut.

Hasil penyelidikan mengarah kepada seorang target berinisial BIO yang diketahui merupakan residivis kasus narkotika. Sebanyak 12 personel kemudian diterjunkan untuk melakukan penangkapan.

Saat tiba di lokasi, personel dibagi menjadi dua tim. Tim pertama bertugas melakukan penangkapan terhadap target, sementara tim kedua disiagakan sebagai unsur pendukung.

Menurut Brigjen Eko, target berhasil diamankan. Namun situasi berubah ketika sejumlah orang yang berada di lokasi bersama warga sekitar melakukan perlawanan menggunakan senjata tajam berupa parang.

Tak lama kemudian, massa semakin banyak dan disebut turut melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam serta senjata api rakitan sehingga situasi menjadi tidak terkendali.

Dalam kondisi tersebut, personel kepolisian berupaya menyelamatkan diri sambil menunggu bantuan tambahan. Beberapa anggota terpaksa berenang menyeberangi sungai dan berlindung di kawasan hutan untuk menghindari serangan massa.

Editor
: Johan
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Krisis Narkoba di Batu Bara: Ancaman Serius bagi Generasi Muda
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru