Pimpinan DPR Siap Mundur Jika RUU Perampasan Aset Tak Disahkan 15 Desember 2026
JAKARTA Pimpinan DPR RI menyatakan siap mengundurkan diri apabila Rancangan UndangUndang atau RUU Perampasan Aset tidak disahkan dalam
NASIONAL
SAMOSIR – Dua anggota Polres Samosir diamankan setelah diduga terlibat dalam peredaran narkotika jenis sabu.
Keduanya merupakan Aipda ES dan Brigadir DW yang saat ini telah diserahkan ke Polda Sumatera Utara untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kasi Humas Polres Samosir, Brigadir Gunawan Situmorang, membenarkan adanya penindakan terhadap dua personel tersebut.Baca Juga:
"Iya, benar (dua oknum polisi diamankan soal narkoba)," kata Gunawan Situmorang, Minggu (12/7/2026).
Menurut Gunawan, Aipda ES diketahui bertugas di Satuan Pengamanan Objek Vital (Pamobvit), sedangkan Brigadir DW bertugas di Satuan Samapta Polres Samosir.
Kasus ini bermula saat Satresnarkoba Polres Samosir menangkap seorang warga di kawasan Aek Rangat, Kecamatan Pangururan, dalam Operasi Antik Toba pada 2 Juni 2026.
Warga yang telah masuk dalam daftar target operasi (TO) itu kemudian menjalani pemeriksaan.
Dalam keterangannya kepada penyidik, ia mengaku memperoleh sabu dari oknum anggota kepolisian.
Keterangan tersebut menjadi dasar bagi penyidik untuk melakukan pengembangan hingga akhirnya mengamankan Aipda ES dan Brigadir DW.
"Masyarakat yang ditangkap ini sudah jadi TO (target operasi). Ngakunya barangnya (narkoba) dapat dari polisi. Iya (dua oknum polisi diduga menjadi pengedar)," ujar Gunawan.
Selain diduga terlibat dalam peredaran narkotika, hasil pemeriksaan juga menunjukkan Brigadir DW dinyatakan positif mengonsumsi narkoba berdasarkan hasil tes urine.
Sementara itu, penyidik masih mendalami dugaan keterlibatan kedua oknum tersebut, termasuk sejak kapan mereka diduga menjalankan aktivitas peredaran narkoba.
Gunawan mengatakan seluruh proses penyidikan kini ditangani Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara.
"Sudah dilimpahkan ke Polda (Sumut). Polda yang mendalami," katanya.
Hingga kini, kepolisian belum menyampaikan secara rinci barang bukti yang diamankan maupun kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam jaringan tersebut.
Polda Sumatera Utara masih melakukan pendalaman untuk mengungkap seluruh rangkaian kasus, termasuk memastikan peran masing-masing oknum yang telah diamankan.
Kasus ini menjadi perhatian karena melibatkan anggota kepolisian yang seharusnya berperan dalam pemberantasan peredaran narkotika.* (d/ad)
JAKARTA Pimpinan DPR RI menyatakan siap mengundurkan diri apabila Rancangan UndangUndang atau RUU Perampasan Aset tidak disahkan dalam
NASIONAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mendorong Bank Sumut dan Perumda Tirtanadi untuk membuka peluang melantai di
PEMERINTAHAN
BATU BARA Kepedulian terhadap sesama ditunjukkan Pemerintah Desa (Pemdes) Bogak, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara, Sumatera
PEMERINTAHAN
BANDA ACEH Persoalan pendidikan di Aceh dinilai tidak sematamata berkaitan dengan kekurangan regulasi. Aceh justru memiliki sejumlah la
PENDIDIKAN
JAKARTA Komisi III DPR RI menyampaikan perkembangan pembahasan Rancangan UndangUndang atau RUU Perampasan Aset dalam rapat paripurna DP
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Polda Metro Jaya mengamankan 65 orang yang diduga hendak menunggangi aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Seorang wanita berinisial AAFL, 26 tahun, yang bekerja sebagai disc jockey (DJ), ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Meda
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Nama Nokia mungkin tidak lagi mendominasi pasar ponsel seperti pada masa kejayaannya. Namun, merek yang pernah menjadi salah sat
SAINS DAN TEKNOLOGI
MEDAN Pengendalian inflasi di Kota Medan menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi month t
EKONOMI
BANDA ACEH Ketua Pengadilan Tinggi (KPT) Banda Aceh, Dr. Sutio Jumagi Akhirno, memimpin Sidang Luar Biasa pengambilan sumpah, pelantikan
NASIONAL