Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
BATU BARA — Sejumlah pengusaha dan dokter di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, mengaku menjadi korban dugaan pemerasan yang dilakukan oknum personel Unit Ekonomi Satuan Reserse Kriminal Polres Batu Bara.
Dugaan tersebut mencuat setelah kuasa hukum para korban, Paul JJ Tambunan, menyebut adanya permintaan uang dengan nilai bervariasi, mulai dari puluhan juta rupiah hingga mencapai Rp2 miliar.
Menurut Paul, sedikitnya lima orang telah meminta pendampingan hukum terkait kasus tersebut.
Baca Juga:
Mereka terdiri dari dua pelaku usaha dan tiga dokter yang sebelumnya dipanggil oleh Unit Ekonomi Satreskrim Polres Batu Bara untuk memberikan klarifikasi terkait berbagai persoalan, mulai dari perizinan usaha, izin praktik, pengelolaan limbah, hingga dugaan pelanggaran Undang-Undang Cipta Kerja.
"Awalnya korban dugaan pemerasan ini yang kami dampingi ada pengusaha baju, Kiki Fashion, ada Kafe itu Payung Teduh, kemudian ada dokter Ronal, kemudian dokter Rizal Sangaji, dan dokter Muhammad Taufik," kata Paul JJ Tambunan, Selasa (4/8/2026).
Paul menjelaskan, dugaan permintaan uang tersebut terjadi dengan alasan penyelesaian persoalan administrasi dan dugaan pelanggaran yang ditemukan oleh penyidik.
Pemilik Kiki Fashion disebut diduga diminta uang sebesar Rp50 juta serta pemberian celana jeans.
Sementara pengelola Kafe Payung Teduh disebut diduga diminta Rp30 juta.
Dua dokter, yakni Rizal Sangaji dan Muhammad Taufik, disebut masing-masing diminta Rp25 juta.
Selain itu, menurut Paul, ada permintaan tambahan sebesar Rp5 juta yang juga diduga disampaikan kepada keduanya.
"Kalau untuk Kiki Fashion itu dimintai uang sejumlah Rp 50 juta, ditambah celana jeans sebagai bentuk pertemanan kalau kata klien kami. Untuk Payung Teduh dimintai Rp 30 juta, kemudian dokter Rizal dan dokter Taufik dimintai Rp 50 juta dengan masing-masing Rp 25 juta, kemudian dimintai lagi Rp 5 juta, dan inilah ada bukti melalui transfer," ujar Paul.
Paul mengklaim telah mengantongi bukti transfer yang diduga berkaitan dengan permintaan uang tersebut.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.