Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Ia mengaku melihat sejumlah luka memar saat melihat jenazah kakaknya di Rumah Sakit Bhayangkara Medan.
"Yang saya lihat matanya sudah memar. Ada bekas goresan di lutut, lebam di bagian pusar dan mulai membusuk. Lebam di bagian kaki dan jari tangan," ujarnya.
Selain itu, Ica mengaku menemukan bekas luka jahitan di bawah dagu korban.
Saat ditanyakan kepada petugas, keluarga mendapat penjelasan bahwa luka tersebut merupakan bekas suntikan.
"Kami nanya ini apa ini yang dijahit? Ini kan kayaknya bukan bagian autopsi. Jawaban polisinya, 'Ini kemarin ada yang disuntikkan'. Kalau disuntikkan kenapa lukanya besar dan harus dijahit? Suntikan apa, obat apa yang dimasukkan di dalam? Tapi tidak ada dijawab," katanya.
Ica juga mempertanyakan dugaan bunuh diri menggunakan senjata api karena menurutnya kondisi kepala korban tidak menunjukkan proses pengambilan proyektil sebagaimana yang dibayangkan keluarga.
"Terus kan kalau misalnya ambil peluru itu kan harus dibuka nih tengkoraknya. Tapi tengkorak nya tidak dibongkar. Hanya bagian depan wajah yang dipotong. Terus bagaimana dia belajar menggunakan senpi itu. Dia kan orang awam," ucapnya.
Sementara itu, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak menyampaikan hasil sementara pemeriksaan forensik menunjukkan korban diduga meninggal akibat luka tembak di kepala.
Menurutnya, dokter forensik yang melakukan autopsi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban.
"Dari keterangan para ahli, yang pertama adalah dokter forensik yang melakukan autopsi, bahwa tidak ada bekas-bekas kekerasan atau bekas-bekas apa pun, benda tumpul, benda tajam yang melukai korban," ujarnya.
Polisi juga menyebut dugaan bunuh diri diperkuat oleh hasil pemeriksaan dua saksi yang berada di lokasi kejadian, yakni mantan suami korban berinisial Bripka IH dan anak mereka.
"Hanya ada satu luka tembak yang berada di bagian kepalanya, yang dilakukan bunuh diri seperti yang saya jelaskan. Ini juga dikuatkan dengan dua saksi IH dan anak korban," kata Jean Calvijn.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.