Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
MEDAN – Kasus kematian seorang perempuan berinisial L (30) di Kota Medan, Sumatera Utara, masih menyisakan tanda tanya.
Keluarga korban meragukan kesimpulan awal yang menyebut L meninggal akibat bunuh diri menggunakan senjata api milik mantan suaminya yang merupakan anggota kepolisian.
Ayah korban, Sanalui Gowasa, menegaskan bahwa keluarganya tidak percaya putrinya meninggal karena menembak dirinya sendiri.
Baca Juga:
Keyakinan itu muncul setelah keluarga melihat langsung kondisi jenazah di rumah sakit.
"Sebenarnya ini bukan penembakan diri sendiri. Ini hasil dianiaya," kata Sanalui Gowasa saat ditemui di rumah duka di Medan, Rabu (5/8).
Menurut Sanalui, tubuh korban ditemukan mengalami sejumlah luka lebam.
Ia juga mengaku melihat adanya bekas luka di bagian leher yang diduga menyerupai bekas cekikan.
"Karena dari hasil kita lihat, di sana ada pencekikan leher dan mata memar. Dan semua badannya agak kebiru-biruan. Dan tidak ada itu bekas tembakan seperti apa yang diberitakan selama ini bahwa anak itu bunuh diri, merampas dengan paksa pistol suaminya. Itu tidak benar," ujarnya.
Pihak keluarga mengaku telah meminta hasil autopsi kepada penyidik, namun hingga kini belum menerimanya.
Mereka berharap hasil pemeriksaan forensik segera disampaikan agar penyebab kematian korban menjadi lebih jelas.
"Ah, itu udah saya tanya, tapi tunggulah sabar, sedang dilidik kata mereka. Nanti kita beritahu apa hasilnya, karena saya minta mana hasil autopsinya. Mereka jawab sabar pak, ini kan lagi dikaji sama orang ini," kata Sanalui.
Adik korban, Ica, juga menyampaikan keraguannya terhadap dugaan bunuh diri.
Ia mengaku melihat sejumlah luka memar saat melihat jenazah kakaknya di Rumah Sakit Bhayangkara Medan.
"Yang saya lihat matanya sudah memar. Ada bekas goresan di lutut, lebam di bagian pusar dan mulai membusuk. Lebam di bagian kaki dan jari tangan," ujarnya.
Selain itu, Ica mengaku menemukan bekas luka jahitan di bawah dagu korban.
Saat ditanyakan kepada petugas, keluarga mendapat penjelasan bahwa luka tersebut merupakan bekas suntikan.
"Kami nanya ini apa ini yang dijahit? Ini kan kayaknya bukan bagian autopsi. Jawaban polisinya, 'Ini kemarin ada yang disuntikkan'. Kalau disuntikkan kenapa lukanya besar dan harus dijahit? Suntikan apa, obat apa yang dimasukkan di dalam? Tapi tidak ada dijawab," katanya.
Ica juga mempertanyakan dugaan bunuh diri menggunakan senjata api karena menurutnya kondisi kepala korban tidak menunjukkan proses pengambilan proyektil sebagaimana yang dibayangkan keluarga.
"Terus kan kalau misalnya ambil peluru itu kan harus dibuka nih tengkoraknya. Tapi tengkorak nya tidak dibongkar. Hanya bagian depan wajah yang dipotong. Terus bagaimana dia belajar menggunakan senpi itu. Dia kan orang awam," ucapnya.
Sementara itu, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak menyampaikan hasil sementara pemeriksaan forensik menunjukkan korban diduga meninggal akibat luka tembak di kepala.
Menurutnya, dokter forensik yang melakukan autopsi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan lain pada tubuh korban.
"Dari keterangan para ahli, yang pertama adalah dokter forensik yang melakukan autopsi, bahwa tidak ada bekas-bekas kekerasan atau bekas-bekas apa pun, benda tumpul, benda tajam yang melukai korban," ujarnya.
Polisi juga menyebut dugaan bunuh diri diperkuat oleh hasil pemeriksaan dua saksi yang berada di lokasi kejadian, yakni mantan suami korban berinisial Bripka IH dan anak mereka.
"Hanya ada satu luka tembak yang berada di bagian kepalanya, yang dilakukan bunuh diri seperti yang saya jelaskan. Ini juga dikuatkan dengan dua saksi IH dan anak korban," kata Jean Calvijn.
Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung.
Keluarga korban berharap seluruh hasil autopsi dan proses penyidikan dapat dibuka secara transparan agar penyebab pasti kematian L dapat diketahui.* (cn/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.