BREAKING NEWS
Minggu, 09 Agustus 2026

Polda Metro Jaya Dalami Asal-usul 995 Senjata di Sekolah, Mantan Ketua Yayasan Dipanggil Pekan Depan

Administrator - Minggu, 09 Agustus 2026 09:32 WIB
Polda Metro Jaya Dalami Asal-usul 995 Senjata di Sekolah, Mantan Ketua Yayasan Dipanggil Pekan Depan
Temuan berupa sejumlah senjata api dan airsoft gun di salah satu ruangan yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2026). (foto: Dok. Polda Metro Jaya)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Polda Metro Jaya akan memanggil mantan ketua yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, berinisial IWD atau IW, pekan depan.

Pemanggilan itu dilakukan untuk mendalami temuan 995 pucuk senjata yang tersimpan di ruangannya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengatakan pemeriksaan terhadap IWD diperlukan untuk mengetahui asal-usul senjata, termasuk negara tempat senjata tersebut diimpor.

Baca Juga:

"Untuk mengetahui impor dari negara mana, kami lagi mengatur untuk menjadwalkan pemanggilan terhadap saudara IWD di minggu depan," kata Kabid Humas Polda Mero Jaya, Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Minggu (9/8/2026).

Budi menjelaskan, 995 pucuk senjata yang ditemukan tersebut merupakan senapan angin.

Rinciannya terdiri atas empat pucuk senapan angin kaliber 4,5 milimeter, 215 pucuk pistol angin kaliber 4,5 milimeter, serta 776 pucuk revolver angin kaliber 4,5 milimeter.

Menurut Budi, senjata-senjata tersebut diketahui berasal dari luar negeri.

Polisi akan mendalami proses impor dan dokumen yang menyertai seluruh senjata tersebut.

Selain memeriksa IWD, polisi akan mengecek kapan senjata tersebut diimpor, untuk apa didatangkan, jumlah yang diimpor, serta kesesuaian antara barang dan dokumen manifes.

"Nanti setelah pemeriksaan akan tahu kapan impornya, tujuannya untuk apa, berapa banyak. Apabila impor itu sesuai dengan manifes, artinya ini secara resmi. Tetapi di luar manifes artinya ada penyelundupan, ada dua kluster yang berbeda yang akan didalami," jelasnya.

Budi juga menjelaskan adanya senjata api jenis Franchi SPA dan SPAS-15 kaliber 12 GA yang disebut milik DS, direktur PT Lokta Karya Perbakin.

Namun, DS diketahui telah meninggal dunia pada 2020.

Polisi juga ingin mengetahui mengapa ratusan senjata tersebut disimpan di lingkungan yayasan sekolah.

Penyidik akan mendalami sejauh mana pengetahuan IWD mengenai keberadaan dan penyimpanan senjata tersebut.

"Nah, tetapi kenapa penyimpanan bukan kepada tempat yang semestinya, tetapi di dalam satu yayasan? Yang bersangkutan, Saudara IW, merupakan dulu pengurus dari suatu yayasan sehingga mungkin melihat menempatkan barang-barang tadi dalam satu gudang," kata dia.

"Kita akan melakukan, mengundang Saudara IW dalam hal ini untuk memberikan keterangan. Termasuk akan melakukan pendalaman terkait tentang asal-usul kepemilikan, perizinan, penguasaan, lokasi penyimpanan, dan tujuan penyimpanan. Penyelidikan sampai saat ini masih dilakukan oleh Direktorat Intelkam Subdit Wasendak bekerja sama dengan Polres Metro Jakarta Selatan," jelasnya.


Pihak sekolah sebelumnya menjelaskan penemuan ratusan senjata tersebut berkaitan dengan konflik kepengurusan yayasan.

Kuasa hukum pihak sekolah, Hermawanto, mengatakan pihak sekolah baru dapat membuka ruangan milik mantan ketua yayasan setelah terjadi perubahan dalam kepengurusan.

"Iya, karena tanpa ada sengketa itu kami nggak bisa masuk. Justru karena sengketa itu, kami kemudian memberhentikan dia ketua," kata kuasa hukum pihak sekolah, Hermawanto, kepada wartawan di Jakarta, Jumat (7/8).

Setelah IWD tidak lagi menjabat sebagai ketua yayasan, pihak sekolah mendapatkan akses ke ruangan tersebut.

Saat ruangan dibuka, ditemukan ratusan senjata berbagai jenis.

Pihak sekolah juga menyebut menemukan narkotika dan sekitar 30 compact disc (CD) porno di lokasi yang sama.

"Lalu kemudian kami punya akses untuk masuk ke dalam ruangan, ruangan sekolah kan? Akhirnya kami coba buka-buka, nggak tahunya ketika kami buka ruangan itu menjadi... kita temukan barang terlarang. Seandainya tidak ada sengketa, mungkin senjata itu masih ada di sini," jelasnya.

Hermawanto juga membantah informasi bahwa ratusan senjata tersebut digunakan untuk kegiatan ekstrakurikuler menembak.

Menurut dia, sekolah tidak memiliki kegiatan ekstrakurikuler menembak.

Sementara itu, Alhadid Endar Putra selaku kuasa hukum IWD sekaligus Direktur Utama PT Lokta Karya Perbakin menyatakan 995 pucuk senjata airsoft gun tersebut merupakan milik perusahaan.

Menurut Alhadid, senjata disimpan di gudang sekolah karena adanya rencana kerja sama kegiatan ekstrakurikuler menembak antara PT Lokta Karya Perbakin dan pengurus yayasan sekolah sebelumnya pada 2020.

Ia menyebut seluruh senjata tersebut resmi dan memiliki izin. Alhadid juga mengaku telah menunjukkan dokumen perizinan kepada kepolisian.

"Mereka (pihak kepolisian) juga bertanya dan kami kasih lihat. Ini akan kita gelar juga di Polres izin-izin tersebut," kata Alhadid.

Alhadid juga menyatakan pihak yayasan saat ini sebenarnya mengetahui keberadaan senjata tersebut.

Karena itu, ia mempertanyakan pernyataan yang seolah menyebut pihak yayasan baru mengetahui adanya senjata.

"Saya juga tidak tahu tiba-tiba meledak, mereka seakan-akan baru tahu. Mereka tahu juga sudah ada izinnya," ungkapnya.

Menurut Alhadid, persoalan tersebut tidak dapat dilepaskan dari konflik internal yayasan.

Konflik disebut telah berlangsung sejak adanya pergantian pembina yayasan.

"Ternyata saya ulik ada konflik di yayasan itu. Ini mengenai pembina Bu N sudah menjadi pembina sudah menduduki fisik dari April 2026. Jadi 5 bulan itu menduduki di sana, sebelum dia menduduki itu dia memberhentikan pembina lain," jelasnya.

Alhadid mengatakan pihak yayasan sebelumnya yang telah diberhentikan juga tengah mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Gugatan tersebut berkaitan dengan pemberhentian ketua yayasan secara sepihak serta penggunaan rekening pribadi untuk dana yayasan.


"Sudah ada gugatannya di PN Jakpus perihal pemberhentian pembina dan rekening pribadi," pungkasnya.

Polda Metro Jaya masih melakukan penyelidikan untuk memastikan legalitas, asal-usul, kepemilikan, serta tujuan penyimpanan ratusan senjata tersebut.

Pemanggilan IWD menjadi salah satu langkah polisi untuk memperoleh keterangan lebih lanjut mengenai temuan tersebut.* (d/ad)

Editor
: Mass Arie
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Ratusan Senjata, Narkoba dan CD Pornografi Ditemukan di Sekolah, Ini Respons Menteri PPPA
Prabowo Akan Rombak Buku Pelajaran SD-SMA, Ini Alasan dan Perubahannya
Komisi III DPR Soroti Kematian Mantan Istri Anggota Polri di Medan, Polda Sumut dan Keluarga Dipanggil Selasa
Tak Tunggu Gedung Rampung, Pemerintah Targetkan 100 Sekolah Rakyat Mulai Beroperasi Akhir Agustus 2026
Hampir 1.000 Senjata Ditemukan di Sekolah, Ternyata Cuma 1 yang Asli
Kronologi Penangkapan 2 Warga Terkait Pidato Prabowo soal Nuklir Iran
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru