BREAKING NEWS
Senin, 24 Agustus 2026

Bareskrim Bantah Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Semata akibat El Nino: Sengaja Dibakar

Dharma - Senin, 24 Agustus 2026 10:48 WIB
Bareskrim Bantah Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Semata akibat El Nino: Sengaja Dibakar
Tim Siaga Karhutla Satbrimob Polda Kalbar langsung terjun ke lokasi kebakaran lahan di Desa Mayak, Kecamatan Delta Pawang, Kabupaten Ketapang, Sabtu (15/8). (foto: Polda Kalbar)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Badan Reserse Kriminal Kepolisian Republik Indonesia (Bareskrim Polri) menyebut mayoritas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Sumatra dan Kalimantan bukan semata-mata disebabkan oleh fenomena El Nino.

Polisi menduga sebagian besar kebakaran terjadi akibat pembakaran yang dilakukan secara sengaja.

Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Mohammad Irhamni mengatakan kesimpulan tersebut diperoleh berdasarkan hasil penyidikan sejumlah kasus karhutla di Sumatra dan Kalimantan.

Baca Juga:

"Sebagian besar yang kami lakukan penyidikan terbakar karena dibakar. Tadi barang buktinya ada bahan bakar minyak, ada Pertalite, ada Solar yang di dalam jeriken ataupun di botol tadi kan tadi barang bukti yang ada," ujar Irhamni kepada awak media, Senin, 24 Agustus 2026.

Menurut Irhamni, fenomena El Nino memang dapat memengaruhi kondisi yang menyebabkan kebakaran lebih mudah terjadi dan meluas.

Namun, faktor iklim tersebut dinilai bukan satu-satunya penyebab kebakaran hutan dan lahan dalam skala besar.

Polisi, kata dia, melihat adanya pemicu berupa tindakan manusia yang sengaja membakar lahan.

Irhamni mengatakan pemerintah sebenarnya telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk menghadapi dampak El Nino.

Karena itu, apabila kebakaran hanya disebabkan oleh faktor alam, luas lahan yang terbakar dinilai tidak akan sebesar yang terjadi saat ini.

Dia juga menyebut kebakaran yang murni dipicu faktor iklim lebih memungkinkan untuk dikendalikan karena tidak terjadi secara masif.

Bareskrim Polri saat ini telah menetapkan 72 tersangka perorangan dalam perkara dugaan tindak pidana karhutla di Sumatra dan Kalimantan.

Total luas lahan yang terbakar dalam perkara yang ditangani kepolisian mencapai 1.006,67 hektare.

Penetapan tersangka dilakukan setelah polisi menerima 89 laporan polisi terkait dugaan karhutla sejak 1 Januari hingga 21 Agustus 2026.

"Laporan polisi itu terkait dugaan tindak pidana kebakaran hutan dan lahan di sembilan Polda, yakni Polda Riau, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Aceh, dan Kalimantan Utara," ujar Irhamni.

Dalam penyidikan, polisi menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas pembakaran lahan.

Di antaranya bahan bakar minyak seperti Pertalite dan solar yang ditemukan dalam jeriken maupun botol.

Temuan tersebut menjadi salah satu dasar penyidik dalam mendalami dugaan bahwa kebakaran dilakukan secara sengaja.

Polisi masih mengembangkan penyidikan untuk mengetahui motif pembakaran, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat di balik pembukaan lahan dengan cara membakar.

Bareskrim menegaskan penanganan perkara karhutla tidak hanya diarahkan kepada pelaku yang berada di lapangan.

Penyidik juga dapat mendalami pihak yang menyuruh, mendanai, maupun memperoleh keuntungan dari aktivitas pembakaran apabila ditemukan bukti keterlibatan.

Dengan puluhan tersangka dan luas lahan terbakar yang mencapai lebih dari seribu hektare, penyidikan karhutla di Sumatra dan Kalimantan masih terus berjalan.* (bb/ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Ratas di Hambalang, Prabowo Bahas Karhutla Kalimantan hingga Pemulihan Gempa NTT
DPR Minta Polri Usut Dalang dan Pendana di Balik Kasus Karhutla
Bareskrim Tetapkan 72 Tersangka Karhutla di Sumatra dan Kalimantan, Luas Lahan Terbakar 1.006 Hektare
Prabowo Turun Langsung Pantau Karhutla Sumatra Hari Ini, Riau Jadi Lokasi Pertama
SKK Migas dan Polda Kaltim Perkuat Pengamanan Hulu Migas, 62 Personel Jaga 7 Wilayah Operasi
Prabowo Disebut Tunjuk Pengusaha Haji Isam Tangani Karhutla, Mensesneg Bantah: Tidak Benar
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru