BREAKING NEWS
Sabtu, 05 September 2026

Klaim Keuangan Minus dan Punya Utang Saat Jadi Bupati, Fadia Arafiq Skakmat Lewat Data LHKPN Rp 85 Miliar di Sidang Tipikor

Administrator - Sabtu, 05 September 2026 08:54 WIB
Klaim Keuangan Minus dan Punya Utang Saat Jadi Bupati, Fadia Arafiq Skakmat Lewat Data LHKPN Rp 85 Miliar di Sidang Tipikor
Bupati nonaktif Pekalongan Fadia Arafiq, mengenakan rompi tahanan KPK di Gedung Merah Putih, Jakarta, Rabu (4/3/2026). (Foto: KOMPAS/HARYANTI PUSPA SARI)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SEMARANG - Bupati nonaktif Pekalongan Fadia Arafiq mengaku kondisi keuangannya justru mengalami minus setelah menjabat sebagai kepala daerah. Dia juga menyebut memiliki utang dan menegaskan kekayaan yang dimilikinya sudah ada sebelum menjadi bupati.

Pernyataan itu disampaikan Fadia dalam pembelaannya di persidangan perkara dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa serta gratifikasi di Pengadilan Tipikor Semarang, Kamis (3/9/2026).

Fadia mengatakan dirinya tidak menjadi bupati untuk mencari keuntungan. Menurutnya, jabatan tersebut dijalani sebagai bentuk pengabdian kepada Kabupaten Pekalongan.

Baca Juga:

"Saya jadi bupati ini ada pengabdian, cinta saya kepada Pekalongan, bukan karena mencari uang," kata Fadia dalam persidangan, dikutip Sabtu (5/9/2026).

Selain terjun ke dunia politik, Fadia mengatakan dirinya telah memiliki usaha dan berprofesi sebagai penyanyi sebelum menjabat sebagai bupati. Dia menyebut sejumlah bisnis tersebut tetap berjalan ketika dirinya memimpin Kabupaten Pekalongan.

"Saya ingin menjelaskan bahwa uang saya itu sudah banyak sebelum saya jadi bupati," ujarnya.

Salah satu aset usaha yang disebut Fadia adalah kolam renang di Pekalongan yang menurut pengakuannya telah dibeli sekitar 2013.

Dalam persidangan, sejumlah saksi meringankan juga memberikan keterangan mengenai sumber penghasilan dan aset keluarga Fadia.

Salah satunya Tri Awal, konsultan keuangan, yang menyebut total uang dalam sejumlah rekening Fadia dan suaminya mencapai sekitar Rp54,58 miliar pada 26 Juni 2020. Nilai tersebut disebut belum termasuk surat berharga.

Keterangan mengenai bisnis keluarga Fadia juga disampaikan Ismawan, karyawan toko yang menjadi saksi meringankan. Dia mengaku telah membantu mengurus bisnis keluarga Fadia di pusat grosir Tanah Abang, Jakarta, sejak 2015.

Menurut Ismawan, keluarga Fadia saat itu memiliki sekitar 15 toko di pusat perdagangan tekstil tersebut. Pengelolaan keuangan dan penarikan uang dilakukan melalui pihak internal keluarga.

"Kita masih punya 15 toko waktu itu," kata Ismawan.

Bisnis keluarga Fadia disebut tidak hanya bergerak di pasar grosir. Produk tekstil mereka juga dipasarkan melalui ritel modern, termasuk memasok produk ke Sarinah, Jakarta.

Keluarga Fadia disebut menggunakan merek dagang "Arafiq" untuk produk pakaian dan mukena. Ismawan menilai aktivitas perdagangan yang telah berlangsung lama menjadi salah satu penopang bisnis keluarga tersebut.

"Di perdagangan alhamdulillah sudah lama, jadi sudah stabil," ujarnya.

Namun, pengakuan Fadia mengenai kondisi keuangan yang minus setelah menjadi bupati menjadi perhatian karena terdapat perbedaan dengan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Dalam LHKPN yang disampaikan pada 30 Maret 2025 untuk periode 2024, total harta Fadia tercatat Rp85,623 miliar.

Dari jumlah tersebut, sekitar Rp74,29 miliar berupa 26 aset tanah dan bangunan. Fadia juga tercatat memiliki dua kendaraan, yakni Hyundai Minibus tahun 2013 senilai Rp200 juta dan Alphard X A/T 2.4 tahun 2018 senilai Rp980 juta.

Selain tanah, bangunan, dan kendaraan, LHKPN tersebut mencatat harta bergerak lainnya sebesar Rp3,02 miliar. Kas dan setara kas tercatat Rp10,3335 miliar.

Sementara itu, dalam laporan yang sama terdapat utang sebesar Rp3,2 miliar.

Fadia kini masih menjalani proses persidangan terkait perkara dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa serta gratifikasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Keterangan mengenai kondisi keuangan dan sumber kekayaannya masih menjadi bagian dari pembuktian di persidangan.* (k/dh)

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Rektor Unsoed Kena OTT KPK, Harta Kekayaannya Tembus Rp3,12 Miliar
Eks Wakil PPATK: Sita Uang dan Emas Saja Tidak Cukup, Penyidik Harus Telusuri Asal-usul Kekayaan Febrie Adriansyah
Harta Lurah Syerly Disorot Usai Viral 'Cie Curhat Dia Bah', Kekayaannya Tercatat Rp84,2 Juta
Siapa Destry Damayanti yang Gantikan Perry Warjiyo Pimpin BI? Ekonom Perempuan dengan Harta Rp100,2 Miliar
Diusulkan Jadi Jampidsus, Harta Kekayaan Kuntadi Tercatat Rp3,67 Miliar
Kejagung Buka Suara Soal Rumah Febrie Adriansyah di Sentul yang Tak Tercantum di LHKPN
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru
Berhenti Meracuni Rakyat!

Berhenti Meracuni Rakyat!

OlehWT. DaniealdiLAGI dan lagi. Kalimat itu sudah hampir menjadi mantra pahit di negeri ini. Berulang kali berita tentang siswa, santri, da

OPINI