Korban Keracunan Nasi Bungkus Hari Santri di Deli Serdang Bertambah Jadi 40 Orang
DELI SERDANG Jumlah santri dan guru yang diduga mengalami keracunan setelah menyantap nasi bungkus dalam peringatan Hari Santri Nasional
PERISTIWA
MEDAN – Seorang perempuan yang berprofesi sebagai Kepala Lingkungan (Kepling) di Kota Medan diamankan polisi karena diduga mengedarkan narkoba.
Perempuan berinisial FAP, 41 tahun, itu ditangkap saat berada di sebuah minimarket yang lokasinya tidak jauh dari rumahnya di Jalan Brigjen Katamso, Gang Pantai Burung, Kecamatan Medan Maimun.
FAP diamankan personel Tim 4 Subnit II Unit I Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan pada Sabtu, 29 Agustus 2026.Baca Juga:
Polisi menduga lokasi penangkapan tersebut hendak digunakan FAP untuk melakukan transaksi narkoba.
Kasat Resnarkoba Polrestabes Medan AKBP Rafli Yusuf Nugraha mengatakan FAP ditangkap ketika berada di sebuah minimarket.
Menurut polisi, lokasi tersebut diduga beberapa kali digunakan sebagai tempat transaksi narkoba oleh tersangka.
"Pelaku berprofesi sebagai Kepling di kota Medan, untuk barang bukti ada 2 pod getar dan 2 butir pil ekstasi," ucap Kasat Resnarkoba Polrestabes Medan, AKBP Rafli Yusuf Nugraha, Sabtu (5/9/2026).
Polisi menyebut FAP baru menjalankan aktivitas sebagai pengedar narkoba selama sekitar dua bulan terakhir.
Selain di minimarket, transaksi narkoba tersebut diduga juga dilakukan di pinggir jalan.
Dari penangkapan itu, polisi mengamankan barang bukti berupa dua pod getar dan dua butir pil ekstasi.
Polisi menyebut dugaan aktivitas FAP sebagai pengedar narkoba tidak hanya dilakukan di lingkungan tempat tinggal dan tempatnya bertugas sebagai Kepling.
FAP diduga menjual narkoba kepada masyarakat di luar wilayah tempat tinggalnya.
"Pelaku mengedarkan narkoba tidak hanya di lingkungan tempat ia tinggal dan bertugas sebagai Kepling, namun juga ke masyarakat di luar lingkungan tempat tinggalnya. Untuk setiap satu pod getar yang terjual, pelaku mendapat keuntungan Rp.200 ribu, sedangkan untuk satu butir pil ekstasi yang laku terjual pelaku mendapat keuntungan Rp.30 ribu," tambah Rafli.
Berdasarkan keterangan polisi, FAP memperoleh keuntungan sekitar Rp200 ribu untuk setiap pod getar yang terjual.
Sementara untuk setiap butir pil ekstasi, keuntungan yang diperoleh disebut sebesar Rp30 ribu.
Polisi masih mendalami aktivitas FAP untuk mengungkap jaringan peredaran narkoba tersebut, termasuk sumber barang yang diperoleh tersangka.
Dalam pengembangan kasus, polisi mengaku telah mengetahui identitas pihak yang diduga memasok narkoba kepada FAP.
Pemasok tersebut berinisial M. Polisi kini melakukan pengejaran terhadap pria tersebut.
Rafli menegaskan proses hukum akan terus dilakukan terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam jaringan peredaran narkoba tersebut.
"Pemasok narkoba kepada pelaku berinisial M, ini yang sedang kami kejar. Kami pastikan pengedar maupun bandar bisa berlari, tapi tidak akan bisa bisa bersembunyi dari kami," pungkas Rafli.
Polisi masih melakukan pengembangan untuk mengungkap lebih jauh jaringan yang diduga memasok narkoba kepada FAP.* (it/ad)
DELI SERDANG Jumlah santri dan guru yang diduga mengalami keracunan setelah menyantap nasi bungkus dalam peringatan Hari Santri Nasional
PERISTIWA
MEDAN Teras Pelajar Sumut Berkah menjadi salah satu upaya Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara untuk mengembangkan potensi generasi
PENDIDIKAN
BOGOR Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menanggapi pernyataan Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut polemik ijazah diriny
POLITIK
JAKARTA Enam menteri Kabinet Merah Putih memperoleh persentase di bawah 1 persen dalam survei penilaian kinerja menteri yang dirilis Ind
NASIONAL
LANGKAT Tiga rumah warga di Dusun II, Desa Pamah Tambunan, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, ludes terbakar menjela
PERISTIWA
JAKARTA Polemik ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka setelah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) dinilai dapat menjadi salah satu f
POLITIK
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution mengakui tingginya persoalan penyalahgunaan narkoba di wilayahnya. Ia menyebut Sumu
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pemerintah Malaysia menyatakan siap membantu Indonesia menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kabut asap lin
INTERNASIONAL
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra meminta usulan Ketua Dewan Ekonomi Nasi
NASIONAL
JAKARTA Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal meminta pemerintah Indonesia menyikapi usulan perubahan klasifikasi pasar mod
NASIONAL