BREAKING NEWS
Minggu, 20 September 2026

Pecatan TNI Diduga Terlibat Sindikat Curanmor di 15 TKP, Polrestabes Medan Ungkap Peran 5 Terduga Pelaku

Dodi Kurniawan - Kamis, 17 September 2026 20:57 WIB
Pecatan TNI Diduga Terlibat Sindikat Curanmor di 15 TKP, Polrestabes Medan Ungkap Peran 5 Terduga Pelaku
5 orang diamankan Timsus JCS bersama Unit Resmob Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan, diduga terlibat sindikat pencurian kendaraan bermotor atau curanmor. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN — Timsus JCS bersama Unit Resmob Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan membongkar sindikat pencurian kendaraan bermotor atau curanmor antarwilayah yang diduga telah meresahkan masyarakat.

Polisi menyebut komplotan tersebut telah beraksi di 15 tempat kejadian perkara (TKP), terdiri atas 10 lokasi di wilayah hukum Kota Medan dan lima lokasi di wilayah hukum Polres Tebing Tinggi.

Baca Juga:
Pengungkapan kasus ini dipimpin Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Adrian Risky Lubis bersama Kanit Resmob sekaligus Kanit Timsus JCS Iptu Ramadhani Bimo Setiadi dan Panit 2 Timsus JCS Ipda Richard Derio Siahaan.

Kasus tersebut terungkap setelah polisi menerima laporan Marganda Ritonga terkait kehilangan sepeda motor Honda Vario 125 dengan nomor polisi BK 5670 AMB.

Sepeda motor itu dilaporkan hilang di Jalan PWS Nomor 110, Kelurahan Sei Putih Timur II, Kecamatan Medan Petisah, pada Selasa, 15 September 2026 dini hari.

Aksi pencurian tersebut terekam kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi.

Berbekal rekaman CCTV, Timsus JCS bersama personel Opsnal Resmob melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku.

Pada Selasa sore sekitar pukul 16.10 WIB, polisi menangkap empat orang yang diduga terlibat di dekat Gang Sereh, Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang.

Keempat orang tersebut adalah Muhammad Teguh Fadilla, 33 tahun, Jerry, 38 tahun, Arjunaidi Siregar, 48 tahun, dan Gandi, 39 tahun.

Polisi kemudian melakukan pengembangan dan menangkap seorang pria bernama Afner Harahap, 35 tahun, yang disebut sebagai penadah.

Ia diamankan di kawasan Jalan Baud, Gang Tembaga, Helvetia.

Saat polisi melakukan pengembangan untuk mencari barang bukti lainnya, Muhammad Teguh Fadilla dan Jerry disebut berusaha melarikan diri serta melakukan perlawanan.

Keduanya kemudian ditembak karena polisi menyebut tindakan mereka membahayakan keselamatan petugas.

"Petugas memberikan tindakan tegas dan terukur terhadap kedua pelaku karena membahayakan keselamatan petugas di lapangan. Selanjutnya, kedua pelaku langsung diboyong ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut untuk mendapatkan perawatan medis," ujar salah seorang penyidik di lapangan.

Baca Juga:

Teguh diketahui merupakan residivis kasus curanmor yang baru bebas pada awal 2026.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi menemukan fakta bahwa salah satu anggota kelompok berinisial Gandi merupakan mantan prajurit TNI.

Gandi disebut merupakan pecatan TNI dengan pangkat terakhir Sertu dari Denmadam Kodam Iskandar Muda. Ia diberhentikan karena kasus desersi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, polisi menyebut kelompok tersebut mengaku telah melakukan pencurian di 15 lokasi berbeda.

Di wilayah Medan, sejumlah lokasi yang disebut menjadi sasaran antara lain kawasan Kampus USU, Jalan Sei Serayu, Puskesmas Gaperta, Kantor Camat Klambir V, Helvetia, dan Medan Petisah.

Sementara di wilayah Tebing Tinggi, polisi menyebut aksi dilakukan di sejumlah lokasi, antara lain kawasan Kampung Rambutan, Dinas Sosial, Gedung Serbaguna, hingga kawasan Galang.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi menyita puluhan unit sepeda motor yang diduga merupakan hasil pencurian.

Sepeda motor yang diamankan antara lain Honda Beat, Honda Vario, dan Honda Scoopy.

Polisi juga menyita sejumlah kunci T dan mata kunci letter T yang diduga digunakan untuk menjalankan aksi pencurian.

Selain itu, beberapa unit telepon seluler dan pakaian yang diduga digunakan saat melakukan pencurian turut diamankan sebagai barang bukti.

Seluruh tersangka beserta barang bukti kini diamankan di Mapolrestabes Medan untuk menjalani proses penyidikan.

Baca Juga:

Polisi masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan penadah lain yang diduga berkaitan dengan sindikat tersebut.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kualitas Udara Medan Masuk Kategori Sedang hingga Tak Sehat, Dinkes Catat 196.547 Kasus ISPA hingga Agustus
OK Ibnu Affan Resmi Pimpin PW MABMI Sumut 2026-2031, Siap Perkuat Konsolidasi dan Kiprah Organisasi
Anggaran Dinkes Medan Turun Rp23 Miliar, DPRD Soroti Pelayanan Kesehatan yang Belum Maksimal
Modus Ibu Ditabrak Geng Motor, Komplotan Ini Tipu Pelajar di Medan hingga Bawa Kabur Motor
Cegah Korupsi, Rico Waas dan Kepala Daerah se-Sumut Teken Komitmen Perbaiki Tata Kelola Pemerintahan
Ditangkap Jelang Pernikahan karena Kasus Narkoba, Pria di Medan Tetap Nikahi Kekasih di Ruang Tahanan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru