BREAKING NEWS
Kamis, 01 Oktober 2026

Misteri Mulut Berbusa Sutrimo Terkuak Polisi Beberkan Peran Kafein dan Penyakit Jantung

Administrator - Kamis, 01 Oktober 2026 08:39 WIB
Misteri Mulut Berbusa Sutrimo Terkuak Polisi Beberkan Peran Kafein dan Penyakit Jantung
Konferensi pers penemuan mayat di Klinik Mordent Jakarta Selatan di Polda Metro Jaya, Rabu (30/9/2026). (Foto: Aditya Nugraha/kumparan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA- Misteri kematian Sutrimo (42), yang ditemukan tewas di depan Klinik Mordent, Jakarta Selatan, pada 23 Juli 2026, akhirnya terungkap. Berdasarkan hasil penyelidikan dan ekshumasi, tim kepolisian bersama kedokteran forensik menyimpulkan penyakit jantung iskemik tidak dapat disingkirkan sebagai penyebab kematian korban.

Kesimpulan tersebut disampaikan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya bersama Tim Kedokteran Forensik dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Rabu (30/9/2026).

Polisi sebelumnya melakukan penyelidikan dengan memeriksa 30 saksi, menelusuri rekaman CCTV di sejumlah lokasi serta memeriksa berbagai sampel dari tempat kejadian perkara (TKP).

Baca Juga:

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP I Dewa Putu Gede Anom Danujaya mengatakan hasil pemeriksaan tidak menemukan bukti yang mengarah pada tindak pidana.

"Pemeriksaan TKP oleh tim Identifikasi Polda dan sampel dilakukan pemeriksaan oleh Puslabfor Polri dengan pemeriksaan sampel dan DNA terhadap barang-barang yang ditemukan di TKP tidak ditemukan benda atau zat yang berbahaya," kata Anom.

Menurutnya, rangkaian fakta yang dikumpulkan penyidik juga tidak menunjukkan adanya keterlibatan pihak lain dalam kematian Sutrimo.

"Dengan demikian, berdasarkan fakta-fakta yang telah dikumpulkan dan dianalisa, penyidik berkesimpulan: sampai saat ini belum ditemukan adanya bukti yang menunjukkan terjadinya tindak pidana dalam peristiwa meninggalnya Saudara Sutrimo," tegasnya.

Ketua Tim Ekshumasi, dr. Ahmad Yudianto, mengatakan pemeriksaan jenazah tidak menemukan tanda-tanda kekerasan.

"Pada pemeriksaan, tidak ditemukan luka ataupun jejas akibat kekerasan tajam maupun tumpul, serta tidak ditemukan adanya patah tulang yang berkaitan dengan kekerasan," jelas Yudianto.

Hasil pemeriksaan lanjutan justru menemukan sejumlah kondisi yang mengarah pada gangguan jantung. Tim forensik menemukan dinding arteri koroner yang keras dan menebal serta penyempitan lumen arteri sekitar 75 persen berdasarkan pemeriksaan histopatologi.

"Kelainan itu berupa lekukan pada cuping telinga kanan dan kiri, lemak abdomen yang tebal, dinding arteri koroner yang keras dan menebal, serta ditunjang dengan pemeriksaan dari histopatologi di mana menunjukkan adanya penyempitan lumen arteri pembuluh arteri sekitar 75 persen," paparnya.

Berdasarkan keseluruhan pemeriksaan luar, pemeriksaan dalam dan pemeriksaan penunjang, tim forensik menyimpulkan penyakit jantung iskemik tidak dapat disingkirkan sebagai penyebab kematian.

"Berdasarkan dari hasil pemeriksaan tersebut secara keseluruhan, baik pemeriksaan luar, dalam, serta pemeriksaan penunjang, maka kami disimpulkan bahwa penyakit jantung iskemik tidak dapat disingkirkan sebagai penyebab kematian," ujar Yudianto.

Selain kondisi jantung, pemeriksaan juga menemukan adanya kafein dalam sejumlah organ dan jaringan tubuh korban.

Dari penelusuran CCTV, Sutrimo diketahui masih beraktivitas pada malam hingga menjelang pagi sebelum akhirnya tiba di depan Klinik Mordent sekitar pukul 05.30 WIB. Sepeda motor korban sempat mengalami mogok, namun setelah itu ia kembali beraktivitas dan berkeliling.

Pemeriksaan toksikologi terhadap organ dan tanah di sekitar lokasi pemakaman tidak menemukan pestisida, alkohol, arsen maupun sianida.

"Di sisi lain, pemeriksaan menemukan adanya kafein pada berbagai organ dan jaringan tubuh," kata Yudianto.

Menurut Yudianto, kafein yang ditemukan dalam tubuh korban dapat berperan sebagai faktor yang memperberat kondisi penyakit jantung, terlebih ketika disertai aktivitas hingga dini hari.

"Kafein yang ditemukan dalam tubuh dinilai dapat berperan sebagai faktor pencetus yang memperberat kondisi penyakit tersebut," ujarnya.

Polisi juga menjelaskan soal busa putih yang sempat keluar dari mulut Sutrimo saat pertama kali ditemukan. Kondisi tersebut sebelumnya sempat memunculkan dugaan adanya keracunan.

Yudianto menjelaskan busa putih tersebut berkaitan dengan edema paru akut, yakni kondisi ketika terjadi penumpukan cairan di paru-paru akibat gangguan fungsi jantung.

"Busa yang keluar dari korban ini diakibatkan karena edema paru akut," ungkapnya.

Menurutnya, penumpukan cairan tersebut dapat menyebabkan gangguan pernapasan hingga muncul busa berwarna putih dari mulut korban.

Dengan hasil penyelidikan dan pemeriksaan forensik tersebut, polisi menyatakan hingga saat ini belum menemukan bukti adanya tindak pidana dalam kematian Sutrimo.* (k/dh)

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Polisi Belum Temukan Tindak Pidana dalam Kematian Sutrimo, Penyidikan Bisa Dibuka Kembali Jika Ada Bukti Baru
Terungkap Hasil Autopsi Sutrimo: Tak Ada Tanda Kekerasan, Meninggal karena Serangan Jantung Iskemik
Hasil Ekshumasi Sudah Keluar, Misteri Kematian Sutrimo Segera Terungkap
Tak Beri Pendampingan Hukum, Kejagung Persilakan Polda Metro Periksa Febrio Adiono sebagai Saksi Kasus Sutrimo
Pengungkapan Kematian Sutrimo Dinilai Lamban, Pengamat Desak Polisi Telusuri Bukti Digital hingga Transaksi Rp5 Juta
Misteri Kematian Sutrimo, Keluarga Desak Polisi Temukan HP Korban yang Hilang
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru