Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA – Kejaksaan Agung menetapkan tiga tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN) periode 2025-2026.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Anang Supriatna mengatakan tiga tersangka baru tersebut masuk dalam klaster pengadaan motor listrik.
Mereka adalah YY selaku Direktur PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT), serta AA dan GB yang sama-sama menjabat sebagai Direktur PT ASE.
Baca Juga:
Dalam klaster pengadaan motor listrik ini, Kejagung sebelumnya telah menetapkan dua tersangka, yakni Kolonel Cpl Budi Utomo (BU) selaku Sekretaris Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran BGN serta Andri Mulyono (AM), Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal.
Berdasarkan hasil penyidikan, kelima tersangka diduga bersekongkol untuk mengondisikan proses pengadaan motor listrik dengan nilai anggaran sekitar Rp1,2 triliun.
"Mulai dari pemenangan, spesifikasi, dan HPS juga, yang akhirnya didorong untuk memenangkan PT YAT dalam pelaksanaan. Nilai anggarannya kurang lebih Rp 1,2 triliun," ungkap Anang di Kejagung, Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Andri Mulyono ditetapkan sebagai tersangka pada 12 Juni 2026. Selanjutnya, Kolonel Cpl Budi Utomo ditetapkan sebagai tersangka pada Agustus 2026.
Sementara GB ditetapkan sebagai tersangka pada 27 Agustus 2026, sedangkan AA dan YY ditetapkan sebagai tersangka pada 1 September 2026.
Kelima tersangka telah ditahan di lokasi berbeda. Budi Utomo ditahan di Pomdam Jaya, Andri Mulyono di Rutan Salemba, YY di Rutan Pondok Bambu, sedangkan AA dan GB ditahan di Rutan Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.
Dalam pengadaan tersebut, BGN di bawah kendali Kolonel Cpl Budi Utomo semula berencana membeli 25.644 unit motor listrik.
Namun, jumlah pengadaan kemudian direvisi menjadi 21.000 unit. Dalam pelaksanaannya, hingga Maret 2026, realisasi pengadaan disebut hanya mencapai 2.117 unit.
Anang mengatakan jumlah tersebut tidak sesuai dengan laporan yang dibuat seolah-olah pengadaan telah mencapai sekitar 21.800 unit.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.