Bantah Sekolah Rakyat Tak Bermutu, Seskab Teddy: 43 Ribu Anak Putus Sekolah Kini Kembali Belajar
JAKARTA Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol TNI Teddy Indra Wijaya menanggapi pandangan yang menyebut Sekolah Rakyat tidak bermutu. Teddy
PENDIDIKAN
BOGOR – Kapolresta Bogor Kota, Kombes Bismo Teguh Prakoso, tampil sebagai pahlawan jalanan saat berhasil membubarkan konvoi ratusan motor diduga gangster di Jalan Raya Tajur, yang hendak menuju ke Puncak, Kabupaten Bogor. Kisah ini menjadi sorotan publik atas langkah tegas dalam menegakkan hukum di tengah kekacauan lalu lintas.
Awalnya, Kombes Bismo tengah melaksanakan patroli rutin pada Kamis (21/3) sore, ketika ia mendapat laporan mengenai konvoi motor yang melintas di wilayah Kota Bogor. Tanpa ragu, lulusan Akpol 2001 ini langsung mencari informasi dan mendapati konvoi gangster tersebut di Jalan Raya Tajur.
“Saya pas patroli sore cek jalur, denger di radio ada rombongan sepeda motor,” ujar Bismo, merujuk pada momen saat ia mengetahui keberadaan konvoi tersebut.
Tanpa menunggu, Bismo segera memerintahkan anggotanya untuk menyertainya ke lokasi. Begitu tiba di tempat, tanpa ragu ia turun dari mobil patroli dan langsung mengambil tindakan tegas
“Saya arahkan anggota berseragam di lapangan untuk hadir di jalan, pas ada macet di Tajur enggak pakai lama langsung saya turun dari mobil,” ungkapnya, menggambarkan momen ketika ia membubarkan kerumunan massa.
Dengan penuh wibawa, Kombes Bismo mengambil alih situasi yang semakin memanas di Jalan Tajur. Dengan menggunakan tongkat komando, ia berhasil membubarkan konvoi massa yang menyebabkan kemacetan lalu lintas.
“Saya langsung bubarkan rombongan supaya enggak bikin macet,” paparnya, menegaskan langkah tegasnya.
Momen tersebut terekam dalam video di mana Bismo berjalan di tengah kemacetan, sambil memegang tongkat komando dan memerintahkan massa untuk membubarkan diri. Beberapa pemotor dari konvoi tersebut juga diperiksa dan diminta mematuhi aturan lalu lintas.
Dalam konteks penegakan hukum di jalanan, aksi Kapolresta Bogor Kota ini memperlihatkan komitmen dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat, serta menegaskan bahwa hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu, bahkan di tengah situasi yang sulit seperti kemacetan lalu lintas.
(AS)
JAKARTA Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol TNI Teddy Indra Wijaya menanggapi pandangan yang menyebut Sekolah Rakyat tidak bermutu. Teddy
PENDIDIKAN
MEDAN Perempuan berinisial WLG, mantan istri anggota polisi yang ditemukan meninggal dunia dengan luka tembak di Medan, Sumatera Utara,
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Juru Bicara Partai Gerindra, Sugiat Santoso, menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut kinerja dua tahun pemeri
POLITIK
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengisi malam minggu bersama warga Medan Tembung pada Sabtu, 8 Agustus 2026. Melalui kegi
PEMERINTAHAN
JAKARTA Gedung Kesenian Jakarta menjadi ruang perjumpaan beragam ekspresi seni tradisi dalam Festival Bedhayan ke6 Tahun 2026 yang dige
SENI DAN BUDAYA
JAKARTA Polda Metro Jaya akan memanggil mantan ketua yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, berinisia
HUKUM DAN KRIMINAL
SERDANG BEDAGAI Seorang perempuan lanjut usia bernama Rasiyah, 69 tahun, menjadi korban penganiayaan yang dilakukan cucu kandungnya send
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Sepasang suami istri, Budi Ikhsan, 66 tahun, dan Nurhayati Damanik, 58 tahun, ditangkap Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menyampaikan keprihatinan atas temuan ratusan senjata,
NASIONAL
JAKARTA Jengkol dikenal sebagai salah satu bahan makanan dengan cita rasa khas yang digemari banyak orang. Namun, aroma yang menyengat dan
KESEHATAN