Perselisihan Pidie Jaya Tuntas: Bupati dan Wabup Berdamai di Rumah Dinas Wagub
BANDA ACEH Perselisihan antara Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi dan Hasan Basri, akhirnya menemui titik temu. Langkah
POLITIK
SUDAN SELATAN -Wakil Presiden Pertama Sudan Selatan, Riek Machar, yang merupakan rival politik lama Presiden Salva Kiir, ditangkap pada Rabu (26/3), memicu ketegangan politik yang berpotensi berkembang menjadi perang saudara.
Menurut keterangan dari partai Machar, konvoi 20 kendaraan bersenjata berat memasuki kediamannya di ibu kota Juba dan menangkapnya secara paksa.
Penangkapan ini menandai eskalasi dramatis dari konflik yang telah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir di negara termuda di dunia tersebut.
Kecaman dan Respons Politik
Reath Muoch Tang, Ketua Komite Hubungan Luar Negeri partai Machar, mengecam tindakan tersebut dalam sebuah pernyataan di Facebook.
"Kami mengutuk keras tindakan inkonstitusional yang dilakukan oleh Menteri Pertahanan dan Kepala Keamanan Nasional. Mereka, bersama lebih dari 20 kendaraan bersenjata berat, secara paksa memasuki kediaman Wakil Presiden Pertama," tulisnya.
Menurutnya, pengawal pribadi Machar telah dilucuti, dan surat perintah penangkapan disampaikan kepadanya dengan tuduhan yang tidak jelas.
Saat ini, upaya sedang dilakukan untuk memindahkan Machar ke lokasi yang belum diketahui.
Keretakan Pemerintahan dan Ancaman Konflik
Kesepakatan pembagian kekuasaan antara Kiir dan Machar mulai runtuh, meningkatkan ancaman kembalinya perang saudara yang pernah menewaskan sekitar 400.000 orang pada 2013-2018.
Misi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Sudan Selatan (UNMISS) pada Kamis memperingatkan bahwa penangkapan Machar dapat membuat negara itu jatuh ke dalam konflik besar.
"Malam ini, para pemimpin negara berada di ambang kembali ke konflik luas," ujar Kepala UNMISS, Nicholas Haysom.
Pelanggaran terhadap perjanjian damai 2018, menurutnya, tidak hanya akan menghancurkan Sudan Selatan tetapi juga berdampak pada stabilitas di kawasan Afrika Timur.
Gelombang Penangkapan dan Bentrokan Militer
Sejak Februari lalu, lebih dari 20 sekutu politik dan militer Machar dalam pemerintahan dan militer telah ditangkap.
Banyak dari mereka ditahan tanpa komunikasi dengan dunia luar.
Bentrokan antara pasukan yang setia kepada Kiir dan Machar terus terjadi, terutama di Kabupaten Nasir, Negara Bagian Upper Nile, di timur laut Sudan Selatan.
Selain itu, sejak Senin, pangkalan militer dan dua pusat pelatihan militer di sekitar Juba dilaporkan diserang oleh pasukan pemerintah.
Juru bicara sayap militer Machar, Sudan People's Liberation Army In Opposition (SPLA-IO), mengecam serangan tersebut sebagai tindakan terorisme dan mendesak komunitas internasional untuk segera bertindak.
(cn/a)
BANDA ACEH Perselisihan antara Bupati dan Wakil Bupati Pidie Jaya, Sibral Malasyi dan Hasan Basri, akhirnya menemui titik temu. Langkah
POLITIK
MEDAN Kasus dugaan penganiayaan yang menjerat Junara Hutahaean memunculkan kontroversi di persidangan Pengadilan Negeri Medan. Tim penas
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Seorang pria berusia 52 tahun yang bekerja sebagai penjaga malam ditemukan tewas di dalam sebuah ruko di Jalan Ring Road, Kecamata
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Rutan Kelas I Jakarta Pusat, Wahyu Trah Utomo, membantah pernyataan Ammar Zoni dalam pleidoi pribadinya yang menyebut nar
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai pekan depan akan melaksanakan pemeriksaan maraton terhadap penyelenggara ibadah haji kh
HUKUM DAN KRIMINAL
BINJAI Dalam rangka mempersiapkan supervisi tingkat Provinsi Sumatera Utara, Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kota Binjai menggelar kegiatan p
PEMERINTAHAN
BINJAI Pemerintah Kota Binjai melalui Sekretaris Daerah (Sekdako) Kota Binjai, Chairin F. Simanjuntak, S.Sos., M.M., bersama Kepala Bada
PEMERINTAHAN
JAKARTA Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera terus mempercepat pemanfaatan kayu ha
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR, Hinca Panjaitan dari Fraksi Demokrat, menyuarakan kemarahan terhadap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Ka
POLITIK
MEDAN Wali Kota Medan, Rico Waas, mengeluarkan ultimatum kepada camat dan petugas kewilayahan terkait potensi penyalahgunaan Program Kel
PEMERINTAHAN