Rahmansyah Desak Bobby Nasution Evaluasi Bantuan Banjir Tapteng, Dugaan Salah Sasaran Disorot
MEDAN Ketua Fraksi NasDem DPRD Sumatera Utara, Rahmansyah Sibarani, meminta Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution memberikan teguran te
POLITIK
BAC KAN, VIETNAM – Empat orang dilaporkan tewas akibat bencana tanah longsor yang terjadi di distrik pegunungan Ba Be, Provinsi Bac Kan, Vietnam utara, Minggu (18/5/2025) dini hari waktu setempat. Longsor ini terjadi tak lama setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut sepanjang Sabtu (17/5).
Menurut pejabat setempat, Tieu Xuan Tai, suara ledakan keras terdengar dari puncak gunung sesaat sebelum tanah, bebatuan, dan air meluncur deras ke bawah, menghantam permukiman di bawahnya.
"Suara seperti ledakan besar terdengar dari puncak gunung. Kemudian tanah, batu, dan air mengalir turun dari gunung," ujar Tai, seperti dikutip dari situs resmi pemerintah Vietnam.
Tai juga mengungkapkan bahwa warga sebelumnya telah menyadari adanya retakan besar di puncak gunung dengan lebar sekitar dua meter, yang sudah terdeteksi sejak beberapa tahun lalu. Meski demikian, intensitas hujan ekstrem mempercepat terjadinya longsor besar kali ini.
Pemerintah provinsi segera mengeluarkan peringatan dan menyerukan evakuasi bagi warga yang tinggal di area rawan longsor, khususnya di sepanjang aliran sungai dan lembah-lembah berisiko tinggi.
Badan Meteorologi Vietnam mengingatkan bahwa intensitas hujan di wilayah utara dan tengah masih jauh lebih tinggi dari rata-rata bulanan. Hujan lebat susulan diprediksi akan mengguyur dalam beberapa hari ke depan, meningkatkan risiko longsor dan banjir bandang lebih lanjut.
Vietnam memang dikenal sebagai negara yang rawan terkena bencana alam, terutama badai tropis yang biasanya terjadi antara Juni hingga November. Namun, dampak perubahan iklim telah menyebabkan cuaca ekstrem makin sering terjadi di luar musim normal.
Data Kementerian Pertanian Vietnam mencatat bahwa 514 orang meninggal dunia akibat bencana alam pada tahun 2024, tiga kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Pada September 2024 lalu, Topan Yagi juga menghantam Vietnam utara, menyebabkan 345 kematian dan kerugian ekonomi sebesar US$3,3 miliar.
Para ahli mengingatkan bahwa perubahan iklim akibat aktivitas manusia telah memperparah cuaca ekstrem, termasuk intensitas hujan dan risiko tanah longsor.
Pemerintah terus melakukan pemantauan dan evakuasi di area-area berisiko tinggi, serta menyerukan masyarakat untuk tetap siaga dan mematuhi semua instruksi keselamatan.*
(dc/j006)
MEDAN Ketua Fraksi NasDem DPRD Sumatera Utara, Rahmansyah Sibarani, meminta Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution memberikan teguran te
POLITIK
INTAN JAYA Seorang ibu hamil bernama Melkiana Duwitau meninggal dunia setelah diduga terkena peluru nyasar saat terjadi gangguan tembaka
NASIONAL
JAKARTA Persoalan kesejahteraan dosen kembali menjadi sorotan. Dosen tetap nonAparatur Sipil Negara (nonASN) Universitas Airlangga (Un
NASIONAL
DELI SERDANG Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut hukuman mati terhadap Muhammad Rasya Hasibuan alias SYA (19), terdakwa kasus pembunuhan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan bahwa usulan kenaikan gaji kepala daerah tidak sertamerta mampu mencegah praktik
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meluncurkan bahan bakar minyak (BBM) jenis baru B50 pada 9 Juli 2026. Kebijakan ini menjad
NASIONAL
JAKARTA Rencana Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi) melanjutkan safari politik ke Jawa Tengah menuai respons dari PDI Perjuangan (PDIP)
POLITIK
JAKARTA Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memastikan akan menghadiri rangkaian prosesi pemakaman Pemimpin Tert
INTERNASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi XIII DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, meminta pemerintah memperkuat landasan hukum dan perlindungan hak asasi manusia
NASIONAL
BALIKPAPAN PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) me
NASIONAL