BREAKING NEWS
Sabtu, 04 Juli 2026

Ibu Hamil Tewas dalam Insiden Tembakan di Intan Jaya, TNI Ungkap Peluru Diduga Berasal dari Tiga Titik

Nurul - Sabtu, 04 Juli 2026 17:31 WIB
Ibu Hamil Tewas dalam Insiden Tembakan di Intan Jaya, TNI Ungkap Peluru Diduga Berasal dari Tiga Titik
Seorang ibu hamil bernama Melkiana Duwitau di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, dilaporkan tewas tertembak. (Foto: dok istimewa)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

INTAN JAYASeorang ibu hamil bernama Melkiana Duwitau meninggal dunia setelah diduga terkena peluru nyasar saat terjadi gangguan tembakan yang dilakukan kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Peles Tigau di Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Insiden tersebut turut menyebabkan bayi yang masih berada di dalam kandungan korban meninggal dunia.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema, Letkol Inf. M. Wirya Arthadiguna, mengatakan aksi penembakan berlangsung dari tiga titik berbeda dalam kurun waktu sekitar 15 menit pada Kamis (2/7/2026) malam.

"Kelompok bersenjata pimpinan Peles Tigau melakukan gangguan tembakan dari tiga titik berbeda dalam rentang waktu sekitar 15 menit," ujar Wirya dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (4/7/2026).

Baca Juga:

Peristiwa itu terjadi di sekitar kawasan TK J2, Kampung Wandoga, Distrik Sugapa. Berdasarkan kronologi yang disampaikan TNI, tembakan pertama terdengar sekitar pukul 18.45 WIT dari arah Kampung Wandoga.

Lima menit berselang, suara tembakan kembali terdengar dari kawasan perbukitan di depan Koramil Sugapa. Sekitar pukul 19.00 WIT, kelompok tersebut kembali melepaskan tembakan sebelum melarikan diri ke arah sungai.

Dalam rangkaian insiden tersebut, korban diduga terkena peluru nyasar yang mengakibatkan dirinya bersama bayi yang dikandung meninggal dunia.

Wirya menegaskan personel Satgas TNI tidak melakukan tembakan balasan selama kejadian berlangsung. Menurutnya, kondisi cuaca saat itu tidak memungkinkan prajurit untuk mengambil tindakan ofensif.

"Hujan, kabut tebal, serta jarak pandang yang sangat terbatas membuat personel memilih bertahan di posisi perlindungan sambil memantau situasi demi menghindari risiko terhadap warga sipil," jelasnya.

Hasil analisis spasial yang dilakukan menunjukkan sumber tembakan berasal dari tiga titik berbeda dengan jarak sekitar 900 hingga 1.500 meter. Sementara lokasi korban berada sekitar 321 meter dari titik gangguan tembakan pertama dan dinyatakan berada lebih jauh dari posisi personel Satgas TNI.

Menurut Wirya, data tersebut menjadi salah satu dasar dalam proses analisis yang masih terus dilakukan bersama fakta-fakta lapangan lainnya.

Ia menambahkan, penggunaan kawasan permukiman sebagai lokasi aktivitas kelompok bersenjata berpotensi meningkatkan risiko terhadap masyarakat sipil yang tidak terlibat dalam konflik.

"Setiap korban sipil merupakan duka yang tidak diharapkan. Kami mengajak masyarakat tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta memberikan ruang bagi proses penyelidikan yang dilakukan secara objektif berdasarkan fakta lapangan dan bukti teknis," tutupnya.* (d/dh)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
TNI: TPNPB-OPM Musuh Bersama, Aksi Teror di Papua Harus Dihentikan!
5 Eks OPM Puncak Jaya Ikrar Setia NKRI, Pendekatan Humanis Berbuah Perdamaian di Papua Tengah
Mualem Siapkan Revisi Pengembangan Blok Andaman, Dorong Hilirisasi Gas di Aceh
Di Hadapan Delegasi UNDP, Wali Kota Medan Paparkan Visi Kota Metropolitan Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan
8 Eks Anggota TPNPB-OPM di Papua Pegunungan Nyatakan Setia ke Indonesia, Serahkan Senjata
PHI dan Pemkab Tabalong Gelar Pelatihan Kepemimpinan ASN, Dorong Pola Transformasional Hadapi Tantangan Birokrasi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru