BREAKING NEWS
Selasa, 10 Maret 2026

Elon Musk Dukung Trump Dimakzulkan, Hubungan Keduanya Kian Memburuk

- Jumat, 06 Juni 2025 15:19 WIB
Elon Musk Dukung Trump Dimakzulkan, Hubungan Keduanya Kian Memburuk
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

bitvonline.com-Hubungan antara Elon Musk dan mantan sekutunya, Presiden Donald Trump, tampaknya benar-benar retak. Setelah mundur dari pemerintahan Trump, Musk kini secara terbuka menunjukkan dukungannya terhadap pemakzulan sang presiden.

Hal ini mencuat setelah Musk menanggapi unggahan pengguna platform X (dulu Twitter) @stillgray yang menyatakan, "Siapa yang menang antara Presiden vs Elon? Saya bertaruh (yang menang) Elon." Tak hanya itu, pengguna tersebut juga mengusulkan agar Trump dimakzulkan dan digantikan oleh Wakil Presiden JD Vance.

Menariknya, Musk dengan singkat namun tegas membalas unggahan tersebut dengan satu kata: "Yes."

Pernyataan ini sontak memanaskan hubungan Musk-Trump yang sebelumnya dikenal cukup dekat, terutama saat Musk sempat masuk dalam lingkaran penasihat kebijakan teknologi pada masa awal pemerintahan Trump.

Presiden Donald Trump sendiri tak tinggal diam. Dalam wawancara dengan wartawan di Oval Office, Gedung Putih, Trump mengaku kecewa terhadap Musk yang dianggapnya berbalik arah.

"Hubungan saya dan Elon sempat bagus. Saya tidak tahu apakah hubungan itu bisa dipertahankan. Saya terkejut," ujar Trump.

Trump menambahkan bahwa Musk semestinya memahami berbagai diskusi internal dalam pemerintahan karena sempat menjadi bagian darinya. Namun kini, katanya, Musk justru menentang kebijakan-kebijakan tersebut.

Pertikaian ini menjadi sorotan besar mengingat posisi keduanya yang sangat berpengaruh, baik dalam bidang politik maupun teknologi. Keduanya kini berada di sisi berlawanan, dengan Trump berusaha mempertahankan kursi kepresidenannya dan Musk yang semakin vokal menentangnya.

Meskipun belum ada pernyataan lanjutan dari Musk selain balasan "Yes", namun publik menganggap hal itu sebagai sinyal kuat bahwa bos Tesla dan SpaceX tersebut tak lagi mendukung agenda politik Trump.

Situasi ini menambah ketegangan dalam dinamika politik Amerika Serikat yang tengah memasuki tahun pemilu panas menjelang Pilpres 2026.*

(gn/j006)

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru