Kasus Ijazah Jokowi Bergulir, Polisi Periksa 130 Saksi dan 25 Ahli, Uji Forensik Dilakukan
JAKARTA Polda Metro Jaya terus mengusut kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke7 RI Joko Widodo. Hingga kini, penyidik telah memeriksa
NASIONAL
JAKARTA -Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu) bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Los Angeles angkat bicara terkait penangkapan dua Warga Negara Indonesia (WNI) dalam operasi imigrasi yang berlangsung di Los Angeles, California, Amerika Serikat.
KJRI Los Angeles mengonfirmasi adanya dua WNI yang diamankan selama operasi yang digelar oleh otoritas imigrasi AS di tengah situasi unjuk rasa yang memanas di kota tersebut. Kedua WNI itu adalah ESS (53 tahun, perempuan) dan CT (48 tahun, laki-laki).
Menurut keterangan Kemlu, ESS ditangkap karena tidak memiliki dokumen keimigrasian yang sah, sementara CT ditahan karena memiliki catatan pelanggaran hukum terkait narkotika dan masuk ke AS secara ilegal.
"KJRI Los Angeles saat ini sedang berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memberikan akses pendampingan kekonsuleran bagi kedua WNI tersebut," kata Kemlu dalam keterangan resmi yang diterima pada Selasa (10/6).
Kemlu juga mengingatkan WNI agar memastikan penggunaan visa yang sah dan sesuai tujuan saat melakukan perjalanan ke AS. Pemeriksaan imigrasi di berbagai titik diperkirakan akan semakin ketat selama periode ini menyusul operasi besar yang dilakukan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) sejak Jumat lalu.
Aksi demonstrasi di berbagai kota AS, termasuk Los Angeles, yang menolak kebijakan imigrasi federal juga sempat memicu bentrokan dengan aparat.
Perwakilan RI di AS, termasuk KJRI dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Washington DC, terus menjalin komunikasi dengan komunitas diaspora Indonesia untuk memantau kondisi dan memberikan informasi yang dibutuhkan.
Kemlu menegaskan bahwa WNI yang terdampak tetap memiliki hak hukum di bawah sistem hukum AS, termasuk hak atas pengacara dan akses ke perwakilan diplomatik Indonesia.
Kemlu juga mengimbau masyarakat Indonesia untuk selalu mengikuti informasi resmi dari otoritas terkait dan perwakilan RI, serta tidak terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi.*
JAKARTA Polda Metro Jaya terus mengusut kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke7 RI Joko Widodo. Hingga kini, penyidik telah memeriksa
NASIONAL
JAKARTA PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) memperluas ekspansi bisnis dengan menyasar ekosistem koperasi pasar melalui kemitraa
EKONOMI
MEDAN Pemerintah Kota (Pemkot) Medan bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyiapkan pembangunan jembatan baru di Jalan Adi Sucipto, Ga
NASIONAL
JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai menegaskan kritik terhadap kebijakan pemerintah tidak semestinya dibalas dengan laporan
NASIONAL
JAKARTA Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyoroti fenomena meningkatnya kritik publik yang justru berujung pada pelaporan k
POLITIK
MEDAN Mantan Wali Kota Medan Rahudman Harahap menilai isu terkait Partai NasDem yang disebut bakal merger dengan pihak lain sebagai nara
POLITIK
JAKARTA Koordinator Masyarakat AntiKorupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman, mendesak Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk mengusut tuntas
NASIONAL
JAKARTA Kabar duka datang dari dunia pers Indonesia. Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang,
NASIONAL
JAKARTA Kinerja sektor pertanian Indonesia menunjukkan tren positif dengan lonjakan ekspor dan penurunan impor dalam beberapa waktu tera
EKONOMI
TANJUNGBALAI Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim resmi melantik 11 pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama atau Eselon II di
PEMERINTAHAN