Viral! Siswa SMPN 1 Pantai Labu Buang MBG ke Jalan, Diduga Tak Layak Konsumsi
DELI SERDANG Aksi protes tak biasa dilakukan sejumlah siswa SMP Negeri 1 Pantai Labu setelah membuang puluhan paket program Makan Bergiz
PERISTIWA
LONDON — Puluhan ribu demonstran turun ke jalan di berbagai kota besar Eropa seperti London, Paris, Berlin, dan Bern, Minggu (22/6/2025), untuk memprotes perang di Gaza dan eskalasi konflik antara Israel dan Iran.
Aksi ini terjadi hanya beberapa jam sebelum Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan serangan udara terhadap tiga fasilitas nuklir utama di Iran, yakni Fordow, Natanz, dan Isfahan, pada Sabtu (21/6).
Di London, ribuan warga memadati jalan-jalan sambil membawa bendera Palestina dan poster bertuliskan "Hentikan pasokan senjata ke Israel" serta "Tolak perang dengan Iran." Peserta aksi menyuarakan solidaritas terhadap rakyat Gaza dan kekhawatiran terhadap meluasnya konflik.
"Penting untuk diingat bahwa rakyat Gaza sedang menderita. Perhatian dunia tak boleh teralihkan sepenuhnya ke Iran," ujar Harry Baker, salah seorang peserta.
Sementara itu, di Berlin, lebih dari 10.000 orang berkumpul di pusat kota menyerukan penghentian serangan militer Israel. Mereka menyebut pemboman di Gaza sebagai pelanggaran kemanusiaan.
"Kita tidak bisa duduk diam di sofa. Saatnya bersuara," kata Gundula, salah seorang demonstran.
Di Bern, Swiss, sekitar 20.000 warga memenuhi alun-alun di depan gedung parlemen, mendesak pemerintah meningkatkan tekanan diplomatik kepada Israel dan menyatakan dukungan penuh kepada rakyat Palestina.
Di Paris, ribuan demonstran berkumpul di luar pameran industri pertahanan yang diikuti perusahaan-perusahaan senjata Israel. Aksi ini menyoroti peran industri senjata dalam konflik yang telah menewaskan lebih dari 55.000 warga Palestina sejak Oktober 2023.
Gaza saat ini mengalami krisis kemanusiaan akut, dengan blokade bantuan dan kerusakan sistem air bersih di atas 60%. Menurut badan PBB, ribuan anak-anak terancam kehausan dan kelaparan.
Di sisi lain, eskalasi dengan Iran kian berbahaya. Setelah serangan balasan Israel ke Iran pada 13 Juni, lebih dari 400 orang tewas dan ribuan terluka di kedua negara.
Presiden Trump menyatakan fasilitas nuklir Iran telah "dihancurkan secara akurat", namun Iran membantah klaim tersebut dan bersumpah akan merespons keras serangan AS.
Meningkatnya ketegangan ini menimbulkan kekhawatiran internasional akan pecahnya perang regional besar di Timur Tengah yang dapat mengganggu stabilitas global.
Protes di Eropa menunjukkan bahwa masyarakat dunia menolak kekerasan dan mendorong penyelesaian damai, bukan melalui agresi militer.*
(b/j006)
DELI SERDANG Aksi protes tak biasa dilakukan sejumlah siswa SMP Negeri 1 Pantai Labu setelah membuang puluhan paket program Makan Bergiz
PERISTIWA
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengusulkan adanya perbedaan perlakuan pajak antara kendaraan ber
EKONOMI
PASURUAN Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan bagian dari intervensi pemerin
NASIONAL
JAKARTA Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menolak wacana perubahan sistem pemilihan umum (Pemilu) menjadi pemilihan tid
POLITIK
JAKARTA Serikat Pekerja Kampus (SPK) menilai peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 menjadi momentum refleksi atas kondisi
PENDIDIKAN
MEDAN Kelompok Medan Teater menggelar Festival Musikalisasi Puisi bertajuk Kopi & Kepo di Taman Budaya Medan, Jalan Perintis Kemerdekaan
SENI DAN BUDAYA
JAKARTA Pemerintah tengah mengkalkulasi penyesuaian iuran BPJS Kesehatan tahun ini di tengah tekanan defisit program Jaminan Kesehatan N
KESEHATAN
JAKARTA Rencana pemerintah menurunkan potongan aplikasi transportasi daring menjadi 8 persen dari sebelumnya sekitar 20 persen dinilai t
EKONOMI
JAKARTA Pemerintah membuka rekrutmen besarbesaran untuk 30 ribu manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Posisi ini menjadi salah s
EKONOMI
JAKARTA Pemerintah mendorong pengembangan compressed natural gas (CNG) dalam kemasan tabung 3 kilogram sebagai alternatif pengganti liqu
EKONOMI